freightsight
Jumat, 3 Februari 2023

PELABUHAN

Kemenhub Akan Tetapkan Alur Pelayaran Pelabuhan Marunda

1 Desember 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

via kabar uang

Pelabuhan Marunda melayani kebutuhan transportasi kapal kargo curah kering dan cair untuk memenuhi kebutuhan logistik serta operasional terminal di sekitarnya.

Pelabuhan Marunda merupakan pelabuhan multipurpose logistik yang berada di wilayah kota Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat. Pelabuhan Marunda tentu akan mendukung beban aktivitas bongkar muat Pelabuhan internasional Tanjung Priok.

Pelabuhan Marunda ini menjadi semakin strategis karena adanya dukungan integrasi jalan tol, integrasi jalur rel kereta api serta integrasi pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Marunda. Diharapkan akan meningkatkan kualitas Teluk Jakarta, serta keadilan sosial dan efisiensi ekonomi masyarakat.

Kondisi Pelabuhan Marunda yang strategis tersebut mendorong Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk segera menetapkan Alur Masuk Pelabuhan Marunda. Hal ini diungkapkan Direktur Kenavigasian diwakili Kasubdit Penataan Alur dan Perlintasan, Ison Hendrasto saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Marunda di Bogor, Selasa (29/11/2022).

"Berdasarkan Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN), Pelabuhan Marunda merupakan pelabuhan pengumpul yang berlokasi di Kota Jakarta utara masuk dalam wilayah kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Marunda," katanya.

Berdasarkan RIPN, Pelabuhan Marunda direncanakan untuk pengembangan Terminal seperti Terminal KCN Terminal Kali Blencong, Terminal C-04, Terminal Marunda Center, Terminal Tarumanegara dan Terminal Inland Waterways CBL, serta terdapat Terminal Khusus PT PJB Muara Tawar. Sedangkan kapasitas kapal terbesar yang masuk ke Alur Pelayaran Pelabuhan Marunda, adalah kapal tongkang dengan panjang 93,8 meter, lebar 24,4 meter dan draft kapal 5,6 meter.

"Pelabuhan Marunda melayani kebutuhan transportasi kapal kargo curah kering dan cair untuk memenuhi kebutuhan logistik serta operasional terminal di sekitarnya yang bergerak di bidang industri dan energi," ungkap dia.

Saat ini, Perairan Pelabuhan Marunda dilengkapi dengan 16 Sarana Bantu Navigasi Pelayaran dan memiliki kedalaman perairan antara 3 sampai dengan 14 meter sehingga diperlukan pengaturan agar kapal dapat masuk ke pelabuhan dengan aman.

”Ke depan pelabuhan Marunda direncanakan memiliki alur masuk dengan lebar 300 meter dengan desain dua alur, panjang alur pertama lebih kurang 15,5 km atau 8,36 nm dari mpmt sampai kolam putar dan panjang alur kedua 14,7 km atau 7,93 nm dari MPMT sampai dengan kolam putar, sehingga dapat mengakomodir kapal yang datang," jelas Ison.

Provinsi DKI Jakarta menurutnya, memiliki sektor unggulan utama berupa perdagangan sebanyak 16,85% dari total PDRB Propinsi DKI Jakarta pada tahun 2021, karena DKI Jakarta masih menjadi wilayah utama untuk mengangkut barang-barang, baik yang akan diekspor ke mancanegara, khususnya untuk ekspor produk non migas maupun yang di impor ke Indonesia.

Sedangkan untuk wilayah Jawa Barat memiliki volume ekspor yang terbesar tahun 2021 yang melalui Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 862,94 ribu ton dengan nilai 31.072,81 juta us$ atau lebih dari 90% total ekspor Jawa Barat. Selain itu, berdasarkan Undang-Undang Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan menetapkan sebanyak 636 Alur-Pelayaran Masuk Pelabuhan di seluruh wilayah perairan Indonesia.

Dari data pada Direktorat Kenavigasian, sampai dengan November 2022 proses penyusunan dan penetapan alur pelayaran di seluruh perairan Indonesia sudah mencapai 121 Keputusan Menteri Perhubungan yang terdiri dari 114 Pelabuhan Umum, 23 Perlintasan dan 4 Tersus/TUKS.