freightsight
Sabtu, 2 Maret 2024

PENGIRIMAN LAUT

Bupati Pangkep Menyurati Menhub untuk segera Tambah Rute Pelayaran

7 Juni 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pelayaran

Kapal Pelayaran via Dok. PT Pelni

Pelni kini mulai menambah rute pelayaran tambahan oleh KM Sabuk Nusantara 85 atau KM Sanus 85 ke wilayah Pangkajene dan wilayah Kepulauan atau Pangkep, Sulawesi Selatan, mulai dari hari Minggu (5/6/2022).

Bupati Pangkajene serta Kepulauan menyurati Menhub terkait adanya layanan transportasi laut yang ada di wilayahnya yang memang kurang memadai.

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni kini mulai menambah rute pelayaran tambahan oleh KM Sabuk Nusantara 85 atau KM Sanus 85 ke wilayah Pangkajene dan wilayah Kepulauan atau Pangkep, Sulawesi Selatan, mulai dari hari Minggu (5/6/2022).

Penambahan rute ini berawal dari permintaan pemerintah daerah setempat kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Pelayaran perdana KM Sanus 85 yang dimulai hari ini ternyata berangkat dari Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar.

Adapun, penambahan rute pelayaran tersebut ini memang merupakan penugasan dari Kementerian Perhubungan kepada Pelni untuk melayani masyarakat setempat serta menumbuhkan sektor perekonomian yang ada di wilayah kepulauan khususnya tertinggal, terpencil, terluar, dan juga perbatasan atau 3TP.

Yahya Kuncoro selaku Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni menyebut bahwa tambahan rute KM Sanus 85 ini awalnya didasari oleh permintaan Bupati Pangkajene serta Kepulauan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

"Permintaan tersebut dijawab oleh Kementerian Perhubungan dengan menambahkan rute tambahan KM Sanus 85, yang tadinya hanya menyinggahi 15 pelabuhan dalam satu trip.

Diharapkan kehadiran KM Sanus 85 dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan menghadirkan pelayaran yang aman dan mendorong perekonomian setempat," ungkap Yahya yang dikutip dari siaran pers pada hari Minggu (5/6/2022).

Mulai hari ini juga, rute pelayaran KM Sanus 85 yaitu Makassar-Macini Baji-Dewakang Lampo-Kalukalukuang-P.Pammantawang-Kalukalukuang-Dewakang Lampo-Maccini Baji-Makassar-Selayar-Jinato-Kayuadi-Jampea-Bonerate-Kalatoa (PP).

Sebelumnya juga bahwa KM Sanus 85 rupanya hanya melayani rute Makassar-Selayar-Jinato-Kayuadi-Jampea-Bonerate-Kalatoa (PP).

Yahya di sini juga menyebut bahwa Bupati Pangkajene serta Kepulauan menyurati Menhub terkait dengan adanya layanan transportasi laut yang ada di wilayahnya yang memang kurang memadai.

Dalam surat tersebut, tentu saja Bupati Pangkajene serta Kepulauan menceritakan bahwa transportasi laut yang ada di wilayahnya memang hanya dilayani oleh satu kapal perintis saja, KM Sanus 66, dengan waktu tunggu kedatangan per 10 hari.

Dengan begitu, tentu aktivitas masyarakat Pangkajene dan Kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut itu hanya memiliki pilihan yang bisa dibilang jumlahnya sangat terbatas.

"Untuk itu kehadiran KM Sanus 85 yang dioperatori oleh Pelni diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat atas armada transportasi yang reguler dan terjadwal. Dan terutama, mengutamakan keselamatan penumpangnya," ungkap Yahya.

Bukan hanya itu, nantinya Pelni juga akan mengoptimalkan tentang jadwal operasi KM Sanus 66 dan KM Sanus 85. Yahya di sini pun juga menyebut bahwa dengan mengoperasikan dua kapal perintis tersebut, tentu saja waktu tunggu kapal ini dapat diusahakan turun dari 10 hari menjadi satu minggu (7 hari) sekali saja.

"Semoga ini bisa meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat," ungkap Yahya.

Adapun, kapal perintis ini merupakan kapal milik Kemenhub yang memang telah dioperasikan oleh PT Pelni sejak tahun 2015 lalu. Saat ini juga,

Pelni sudah mengelola 44 kapal perintis yang memang tersebar di berbagai wilayah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan, serta menyinggahi 281 pelabuhan dengan total sebanyak 3.695 ruas.

BUMN yang ada di bidang transportasi laut itu saat ini juga sedang mengoperasikan 26 kapal penumpang, menyinggahi 76 pelabuhan, dan juga melayani 1.058 ruas.