freightsight
Jumat, 3 Februari 2023

PENGIRIMAN DARAT

Kebijakan Zero ODOL Menjadi Pemicu Inflasi dan Kemacetan

25 Januari 2023

|

Penulis :

Tim FreightSight

truk

via pexels

• Menanggapi pemberlakuan aturan zero ODOL 2023, kalangan pengusaha kali ini memberikan respons negatif.
• Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia mengatakan penerapan zero ODOL sangat berpotensi meningkatkan biaya angkutan logistik.

Menanggapi pemberlakuan aturan zero ODOL 2023, kalangan pengusaha kali ini justru memberikan respons negatif. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan bahwa kebijakan tersebut juga berpotensi memberatkan subsektor industri yang di dalamnya memiliki komponen besar dalam biaya distribusi.

Hariyadi mencontohkan bahwa asosiasi keramik yang biaya distribusinya berpotensi naik dua kali lipat, bahkan lebih kalau memang batas ODOL diturunkan. “Jadi, ini sangat signifikan dan ini tentu juga akan memicu inflasi,” ujarnya. Hariyadi menyarankan aturan tersebut agar mulai diterapkan melalui fase transisi. Jika tanpa adanya transisi, kegiatan distribusi bisa tentu akan dapat berhenti.

“Ini berpotensi menimbulkan kekacauan,” ucapnya.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto menambahkan bahwa penerapan zero ODOL sangat berpotensi meningkatkan biaya angkutan logistik.

“Jika kapasitas angkut diturunkan semisal 10 persen, jumlah perjalanan pergerakan barang dari industri akan bertambah 10 persen,” ujarnya.

Akibatnya, lanjut dia, tentu saja biaya transportasi logistik yang datang dari masing-masing industri juga akan naik secara linier. Kenaikan biaya tersebut tentu saja juga pastinya akan segera dibebankan kepada para pembeli.

Bahkan dengan bertambahnya jumlah trip per hari dari industri pun justru malah akan naik 10 persen. “Kalau sudah begitu, jumlah truk yang melintas di jalan-jalan juga akan ikut meningkat hingga berpotensi terjadi kemacetan,” urainya.

Menurut Mahendra, kalau memang sudah tidak bisa lagi membatalkan kebijakan zero ODOL, pemerintah tentu saja harus bisa segera membantu mengurangi biaya-biaya lain demi industri transportasi. Asosiasi meminta pemerintah bisa menurunkan tarif tol antarprovinsi untuk truk logistik dengan tarif yang paling murah jika dibandingkan dengan kendaraan yang lain.