freightsight
Sabtu, 4 Februari 2023

PENGIRIMAN DARAT

Keberadaan Terminal Barang Internasional di PLBN Entikong

15 Juni 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Terminal Logistik

Terminal Barang International via beritatrans.com

Pembangunan TBI di PLBN Entikong habiskan Rp140, 49 miliar selama 3 tahun APBN.

Fasilitas utama TBI Entikong kantor terminal, jembatan timbang, gudang, area peti kemas, bengkel.

Pembangunan terminal Barang Internasional (TBI) di PLBN Entikong habiskan Rp140, 49 miliar selama 3 tahun APBN. Diresmikan 2019 terhadang covid-19 operasinya terhenti dan sekarang mulai beroperasi.

Jarak perjalanan Pontianak– Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong 243 km ditempuh dalam 4- 5 jam. Jalan mulus tidak berlubang membantu kelancaran perjalanan dan kondisi jalan dengan lebar 7 meter (2 lajur tanpa median) membuat kendaraan bisa dipacu laju 100 km per jam. Mendekati Kawasan PLBN Entikong terbangun jalan empat lajur dengan median masing-masing memiliki dua lajur.

PLBN Entikong adalah perjalanan Bus Antar Lintas Batas Negara (ALBN) berangkat dari terminal Sei Ambawang terletak di Kabupaten Kubu Raya menuju Kuching (Serawak, Malaysia) dan Brunei Darussalam.

Melalui Inpres Nomor 6 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan 7 Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan, PLBN Aruk, PLBN Entikong, PLBN Badau (Provinsi Kalimantan Barat), PLBN Walini, PLBN Mota’ain, PLBN Motamasin (Provinsi Nusa Tenggara Timur) juga PLBN Skow (Provinsi Papua).

TBI di PLBN Entikong direncanakan 2015 dengan survey lokasi pada 2016 mulailah penetapan lokasi, pengadaan lahan juga dokumen teknis pembangunan Rp9 miliar. 2017 pembangunan pertama pematangan lahan, pekerjaan struktur Gedung dan jalan Rp52,99 miliar. 2018 pembangunan kedua pekerjaan infrastruktur kawasan dan pekerjaan bangunan terminal Rp78 miliar. Total pembanguan dibutuhkan hingga selesai Rp140,49 miliar selama 3 tahun anggaran.

Fasilitas utama TBI Entikong kantor terminal, jembatan timbang, gudang, area peti kemas, bengkel, juga tempat istirahat pengemudi dan masih masih ada fasilitas penunjang, seperti mushola, area parkir, dan kantin.

Diberikan ruang pelayanan ekspor-impor, seperti ruang fasilitas pelayanan kepabeanan (bea cukai), ruang pelayanan karantika pertanian, ruang pelayanan karantina ikan, ruang pelayanan imigrasi, ruang pelayanan perbankan juga beberapa ruang penunjang operasional lainnya. Ada bangunan showcase untuk tempat pemajangan barang ekspor-impor 12 ruang luas 9 meter persegi.

Luas parkir kendaraan peti kemas 2.128 meter persegi menampung peti kemas ukuran 40 feet 24 unit kendaraan dan ukuran 20 feet 39 unit kendaraan peti kemas.

Komoditi ekspor melalui TBI Entikong berupa komoditi pertanian, komoditi hewan juga komoditi perikanan. Komoditi pertanian, seperti CPO, buah langsat, arang kayu, bungkil kelapa, buah pisang, lada biji, kelapa bulat,gula merah, tebu, buah jeruk, asam keranji dan aquatic plant.

Komoditi hewan yaitu kulit lambing, jangkrik, sarang burung wallet, kambing kacang, ulat Hongkong dan dagung kuda beku. Sedangkan komoditi perikanan yaitu ikan, udang dogol juga udang waking.

Komoditi impor di PLBN Entikong belum ada, belum adanya MOU antara Negara Malaysia dan Indonesia mengenai komoditi import diperbolehkan melalui perbatasan Tubedu– Entikong.

Operasional terminal Penumpang Internasional ini dilakukan pihak ketiga dan diharapkan keberadaan TBI Entikong meningkatkan PNBP yang mendongkrak perekonomian masyarakat di Kawasan perbatasan Kalimantan Barat serta menambah lapangan pekerjaan.

Direncanakan jaringan jalan khusus angkutan barang terpisah dengan jalur jalan 4 lajur sudah terbangun sekarang ini yaitu kementerian PUPR membangun jaringan jalan.

Selain terbangun terminal barang di PLBN Entikong diperlukan terminal penumpang serta fasilitas transportasi umum. Fasilitas transportasi umum dibutuhkan adalah layanan angkutan umum Rute PLBN Entikong– Kota Sanggau, Rute PLBN Entikong– Kota Pontianak dan angkutan umum kawasan penunjang di sekitar PLBN Entikong (dua rute).

Keberadaan terminal penumpang memberikan tempat nyaman bagi kendaraan akan menyeberang mulai 05.00 menuju Serawak dan kendaraan memarkir kendaraannya di sepanjang jalan menuju gerbang PLBN Entikong sepanjang 1 km - 2 km. Kendaraan mulai antri memarkir di jalan jam 03.00, didominasi kendaraan pribadi. Ada juga Bus ALBN ikut antri berangkat jam 07.00 dari terminal ALBN Sei Ambawang.