freightsight
Jumat, 1 Maret 2024

PENGIRIMAN LAUT

KAI Logistik Buka Layanan Freight Forwarding

26 Mei 2023

|

Penulis :

Tim FreightSight

via mediaindonesia.com

KAI Logistik, sebagai salah satu anak usaha KAI, kini membuka layanan pengiriman kargo atau freight forwarding untuk konektivitas antar pulau menggunakan moda transportasi kapal laut.

KAI Logistik, sebagai salah satu anak usaha KAI, kini membuka layanan pengiriman kargo atau freight forwarding untuk konektivitas antar pulau. Layanan freight forwarding melayani pengiriman kargo lokal antar pulau menggunakan moda transportasi kapal laut dengan kontainer, yang terdiri dari beberapa jenis layanan, di antaranya Less Container Load dan Full Container Load dengan fasilitas Port to Port, Door to Door, dan kombinasinya.

Direktur Utama KAI Logistik, TLN Ahmad Malik Syah, mengatakan layanan freight forwarding ini juga merupakan langkah strategis perseroan dalam menangkap pangsa pasar. Mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan, sehingga kebutuhan dan mobilitas antar pulau sangat tinggi.

“Layanan freight forwarding ini menjadi wujud komitmen kami dalam menghadirkan layanan logistik yang mudah dengan beragam opsi moda transportasi. Tingginya permintaan pengiriman lintas pulau, mendorong kami untuk mampu menghadirkan layanan logistik berbasis multimoda, salah satunya melalui freight forwarding yang baru saja dioperasikan di tahun 2023 ini," ujar dalam keterangannya, Rabu (24/5/2023).

Malik menjelaskan, layanan freight forwarding ini juga sejalan dengan tagline is possible, yaitu apa pun mungkin dengan KAI Logistik termasuk konektivitas antar pulau yang sebelumnya, tak dapat terpenuhi oleh moda kereta api.

Hal ini juga telah terakomodir melalui Izin Usaha Angkutan Multimoda dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang telah dikantongi KAI Logistik sejak 2021.

“Pada sisi bisnis korporasi, layanan freight forwarding yang merupakan salah satu produk dari segmentasi KALOG Plus ini diharapkan mampu menyumbang pendapatan setidaknya 5 persen dari target pendapatan tahun 2023 sebesar Rp 1,26 triliun,” jelasnya.

Pada tahap awal, layanan freight forwarding ini masih melayani cakupan domestik dengan menghubungkan Pulau Jawa ke lebih dari 30 kota di Indonesia yang tersebar di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali dan Papua. Ke depan, layanan freight forwarding ini juga akan menyasar tujuan internasional, dimulai dari Asia.