freightsight
Rabu, 28 September 2022

PENGIRIMAN UDARA

IKEA Perkirakan Krisis Rantai Pasokan yang Saat Ini Terjadi Akan Berlangsung Hingga Pertengahan 2022

1 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

IKEA © Jueun Song via Unsplash

IKEA yang merupakan raksasa perabot rumah tangga asal Swedia, memberikan prediksinya terkait krisis pasokan. Menurutnya. Akan ada masa depan suram dalam industri retail, akibat terjadinya kekurangan kontainer. Mereka memperkirakan bahwa kemungkinan besar masalah ini aka terus berlanjut hingga pertengahan tahun 2022 nanti.

“Tantangan terbesar adalah mengeluarkan produk dari china, di mana kapasitasnya sangat terbatas,” jelas Jon Abrahamsson ring, selaku CEO Inter Ikea, sebagaimana yang ditulis oleh pihak Bloomberg.

Tidak bisa dipungkiri bahwa terganggunya retail global adalah disebabkan oleh kurangnya kontainer dan juga penutupan pelabuhan yang pada akhirnya menyebabkan gangguan logistik. Gejolak yang saat ini terjadi, pada akhirnya menyebabkan adanya peringatan tentang melambatnya pertumbuhan penjualan, dan juga lebih tingginya biaya yang harus dikeluarkan, mulai dari Hennes & Mauritz Ab, bahkan juga Asos plc yang merupakan peritelan online.

Hal di atas tentunya akan menjadi sebuah masalah, karenanya situasi tersebut harus segera di atasi, dengan memprioritaskan dan memfokuskan penawaran pada produk-produk yang memang populer. Meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa hal ini nantinya juga akan menjadi tantangan tersendiri.

“Ini adalah tantangan yang sangat besar bagi seluruh insfrastruktur pasokan,” ujarnya.

Berdasarkan catatan yang dimiliki oleh Inter Ikea, rekor penjualan pada tahun fiskal terakhir, telah pulih dari penurunan, jika di bandingkan dengan 1 tahun sebelumnya, saat masa pandemi baru mulai melanda, dan banyak gerai yang memilih untuk tutup. Catatan yang ada menunjukkan kenaikan pendapatan sebesar 5,8 % dengan nilai sebesar 41,9 miliar euro atau setara dengan USD 48 milliar.

Salah satu yang membuat perusahaan mampu meningkatkan pendapatan adalah karena adanya tren kerja dari rumah, sehingga menyebabkan banyak orang memilih untuk melakukan aktivitas renovasi, sehingga meningkat pula daya beli masyarakat terhadap perabot.

Dalam wawancara yang sama, ia juga menyampaikan bahwa pihak perusahaan, nantinya tidak akan memberikan beban untuk para konsumen, terkait dengan tingginya biaya transportasi, dan bahan baku, selama 6 bulan terakhir.

“Kami ingin membuat IKEA lebih terjangkau,” lanjut Abrahamsson ring.

Bagikan artikel ini: