freightsight
Selasa, 5 Juli 2022

INFO INDUSTRI

Jokowi Marah! Semua Uang Rakyat Dibeli Produk Impor!

15 Juni 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Ekspor Impor

Jokowi via detik.net

Presiden RI dibuat murka lagi karena Jokowi mengingatkan kepada para jajarannya untuk bisa memprioritaskan belanja pemerintah untuk produk dalam negeri dari pada harus membeli barang impor.

Joko Widodo (Jokowi) selaku Presiden RI di sini pun juga mengaku miris bahwa belanja pemerintah dan pusat masih kerap digunakan untuk belanja produk impor.

Joko Widodo (Jokowi) selaku Presiden RI kembali dibuat murka lagi. Pasalnya Jokowi sudah mengingatkan kepada para jajarannya untuk bisa memprioritaskan belanja pemerintah untuk produk dalam negeri dari pada harus membeli barang impor.

Hal tersebut juga terungkap saat Joko Widodo (Jokowi) selaku Presiden RI memberikan pengarahan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Intern Pemerintah pada Tahun 2022 di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Mulanya, Joko Widodo (Jokowi) selaku Presiden RI sebelumnya sudah menekankan bahwa belanja pemerintah pusat maupun pemerintah daerah itu harus bisa menciptakan nilai tambah, membangkitkan pertumbuhan ekonomi, dan juga efisien tanpa harus mengesampingkan masalah kualitas.

"Jangan sampai kita memiliki APBN Rp 2.714 triliun, APBD Rp 1.197 triliun, belinya produk impor," tegas Joko Widodo (Jokowi) selaku Presiden RI pada hari Rabu (14/6/2022).

Joko Widodo (Jokowi) selaku Presiden RI di sini pun juga mengaku miris bahwa belanja pemerintah dan pusat masih kerap digunakan untuk belanja produk impor.

Padahal, dana yang awalnya bersumber dari APBN atau APBD adalah dana ditarik dari rakyat.

"Sedih. Ini uang rakyat, uang yang dikumpulkan dari pajak baik PPN, PPh Badan Perorangan, PNBP dengan cara yang tidak mudah, kemudian kita belanja produk impor," tegas Joko Widodo (Jokowi) selaku Presiden RI.

Joko Widodo (Jokowi) selaku Presiden RI untuk kesekian kalinya kembali mengatakan di depan jajarannya yang hadir pada kesempatan tersebut, sejumlah jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju dan para pemangku kepentingan terkait lainnya.

"Bodoh sekali kita. Maaf. Kita ini pinter-pinter, tapi kalau cara seperti ini, bodoh sekali kita. Saya harus ngomong apa adanya," tegas Joko Widodo (Jokowi) selaku Presiden RI.