freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

PELABUHAN

Jadwal Pelabuhan Kacau Memicu Kemacetan Pengiriman Akibat COVID-19

2 November 2021

|

Penulis :

Abdu Rauf

Red and White Cargoship on Sea © Rinson Chory via ...

Kemacetan yang terjadi di terminal pelayaran Eropa Utara dan Asia yang mengganggu jadwal pelayaran dunia. Hal ini dipicu dengan adanya karantina dan efek samping dari vaksinasi COVID-19 sehingga menyebabkan ketidakstabilan dalam rantai pasokan.

Begitupun dengan pelabuhan Benelux di Antwerp dan Rotterdam dimana terjadi kekurangan tenaga kerja sebagai dampak dari vaksinasi.

Hapag-Lloyd juga mengumumkan ‘ketersediaan terbatas’’ untuk fasilitas PSA Antwerp pada pelanggan mereka dan isu serupa juga terjadi di sekitar Rotterdam.

Salah satu isu yang sangat nampak ialah dimana ECT tidak bisa menyediakan semua crane karena kekurangan tenaga kerja, yang mana merupakan dampak dari periode vaksinasi; ditambah lagi ECT menghadapi kasus peningkatan jumlah pegawai yang dilaporkan sakit, sebagian berhubungan dengan efek lanjutan dari vaksinasi COVID-19.

Kekurangan tenaga kerja juga masih menjadi masalah yang belum bisa diselesaikan di perusahaan Alliance perhubungan Inggris di Southampton, namun disebutkan bahwa kelangkaan tenaga kerja di bagian penugasan kapal bukan disebabkan sakit yang berhubungan dengan efek vaksinasi COVID-19. Namun, dikatakan bahwa penundaan pelayaran telah menyebabkan kapal untuk terlambat datang. Ini artinya terminal tidak memiliki jam kerja yang cukup sehingga memicu peningkatan kebutuhan jumlah orang pada tim.

Namun kini jadwal keberangkatan kapal semakin membaik. Salah satu alasannya ialah adanya investasi dari DP World untuk Southampton di bulan April ini. Ini artinya terminal akan ada pada posisi yang bagus untuk menghadapi permintaan tinggi pada bulan-bulan yang akan datang.

Di Asia, Maersk telah meng-update pelanggan mereka atas situasi di Pelabuhan China Yantian, dimana mereka diwajibkan untuk mengalihkan lebih dari 80 kapal mereka sendiri dan kapal partner-nya setelah adanya serangan virus COVID-19 yang terjadi akhir Mei.

Salah satu carrier terbesar di dunia ini menyatakan bahwa hal ini telah berimbas terhadap jadwal 19 dari layanan pelayaran dan pengiriman. Namun situasi pelabuhan terkini semakin membaik. Maersk sudah mulai kembali beroperasi untuk memberikan pelayanan pelayarannya seperti sedia kala.

Ditambahkan pula bahwa intensitas lapangan dan produktivitas secara keseluruhan telah meningkat di Yantian, dimana waktu tunggu kapal-kapal semakin berkurang menjadi setengah hari.

Menurut pihak Maersk, intensitas lapangan yang sempat menurun hingga 65%, mendorong produktivitas keseluruhan hingga 85% ke level normal. Kemacetan di Yantian sedang diatasi, namun ketika satu pelabuhan terdampak hal itu bisa membawa dampak buruk pada pelabuhan disekitarnya.

Tercatat bahwa terjadi kemacetan dermaga dan waktu tunggu kapal di pelabuhan utama lainnya di daerah-daerah lain sebagai efek dari pengalihan kapal, contohnya saja Hong Kong melaporkan intensitas lapangan sebesar 93% dan tiga hari masa tunggu kapal.

Maersk telah menghubungi Yantian secara langsung untuk ketersediaan pelayanan ke Eropa utara dan Mediterania minggu lalu, termasuk AE6, AE7, AE10, and AE11, namun memperingatkan untuk tidak menggunakan pelabuhan lainnya yang terdampak oleh kemacetan.

Menurut Maersk sangat penting untuk menentukan pelabuhan mana untuk beralih agar bisa meminimalisir terjadinya rantai pasokan yang tertunda. Sementara, pihaknya tetap berusaha mengendalikan situasi agar bisa kembali normal.

Meski begitu, pihak Maersk juga menuturkan bahwa meskipun situasi sedang berusaha untuk dikendalikan, namun tentunya hal ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Sehingga, kemacetan memang sudah pasti akan berlangsung selama beberapa waktu. Namun, kabar baiknya ialah semua pihak di industri pelayaran saat ini bekerja sama mencari solusi yang terbaik.