freightsight
Selasa, 5 Juli 2022

TEKNOLOGI

Investasi Teknologi USD 6,4 Miliar, Arab Saudi Stop Bergantung pada Minyak

7 Februari 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Investasi teknologi

Business Hologram via Freepik

• Pemerintah Arab Saudi telah melakukan diversifikasi ekonomi dari minyak melalui investasi teknologi masa depan senilai USD 6,4 miliar.

• Pemerintah Arab Saudi mengharapkan USD6,4 miliar yang dialokasikan untuk mendukung konten digital tersebut dapat menciptakan transformasi bisnis berkelanjutan serta membangun negara menjadi tuan rumah bagi dunia startup teknologi masa depan.

Pemerintah Arab Saudi diwakili oleh Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Abdullah Alswaha mengatakan Arab Saudi telah melakukan diversifikasi ekonomi dari minyak melalui investasi teknologi masa depan senilai USD 6,4 miliar. Langkah ini menurutnya dapat menjadi upaya persiapan menghadapi persaingan regional yang semakin ketat.

Kampanye perubahan iklim dan volatilitas harga minyak mentah telah mempengaruhi keuangan pemerintah Arab Saudi sehingga pihaknya meluncurkan inisiatif mendorong pertumbuhan ekonomi baru di luar sektor minyak.

Dalam siaran langsungnya, Kerajaan Arab Saudi mengumumkan telah mengucurkan ratusan miliar dolar untuk transformasi ekonomi yang disebutnya sebagai Visi 2030. Kebijakan baru ini dikepalai langsung oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Alswaha menuturkan, investasi tersebut juga termasuk dana kerjasama senilai USD 2 miliar antara eWTP Arab Capital, dana dukungan kerajaan Arab Saudi, dana Investasi Publik, dan investor ekspedisi asal China.

Perusahaan minyak raksasa Arab Saudi Aramco juga turut menyuntikkan dana melalui Prosperity7 Ventures sebesar USD 1 miliar untuk mendukung langkah ini.

Sementara itu, Saudi Telecom Co (STC) berencana menggelosorkan dana tambahan USD1 miliar untuk infrastruktur kabel bawah laut dan database pusat.

“Saat ini pasar teknologi dan digital di kerajaan Arab Saudi sudah menyentuh nilai USD 40 miliar. Khususnya di area e-commerce, game online, konten digital, hingga cloud,” kata Alswaha.

Melalui siaran langsung yang ditayangkan platform teknologi internasional Riyadh, Alswaha mengumumkan pada publik bahwa inisiatif Armaco Prosperity7 akan menyoroti perkembangan green technology. Sedangkan gabungan investor logistik raksasa lainnya akan membangun hubungan cerdas untuk memelihara ekosistem startup tersebut agar mencapai tingkat efisiensi 100 persen.

Pemerintah Arab Saudi mengharapkan USD6,4 miliar yang dialokasikan untuk mendukung konten digital tersebut dapat menciptakan transformasi bisnis berkelanjutan serta membangun negara tersebut menjadi tuan rumah bagi dunia startup teknologi masa depan.

“Kami proyeksikan dalam delapan tahun ke depan, minimal 100 ribu hingga 250 ribu pekerjaan akan tercipta, itu artinya secara efektif menggandakan apa yang kita keluarkan saat ini (modal), dalam beberapa kasus mungkin bisa mencapai jumlah tiga kali lipat,” pungkasnya.