freightsight
Jumat, 19 April 2024

INFO INDUSTRI

Ini Langkah Otoritas dalam Menghadapi Inflasi Jelang Ramadhan yang Bayangi Kaltim

1 Maret 2023

|

Penulis :

Tim FreightSight

via ekonomi.bisnis.com

Disperindagkop UKM Kaltim melakukan pemantauan pada pergerakan harga komoditas yang cenderung naik untuk mengatasi inflasi jelang Ramadhan.

TPID Kaltim akan melakukan pengawasan terpadu guna menjaga stok dan tata kelola perdagangan.

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kaltim melakukan pemantauan terhadap pergerakan harga komoditas yang cenderung naik untuk mengatasi inflasi, khususnya menjelang Ramadhan.

Kepala Disperindagkop UKM Kaltim, Muhammad Sa'duddin menyatakan bahwa salah satu cara yang dilakukan yaitu melakukan intervensi jika pergerakan harga sudah mencapai kenaikan 3 persen dari harga acuan.

Dia menambahkan, intervensi dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), para aparat dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami juga melakukan pengawasan terpadu menjelang Ramadhan untuk menjaga stok dan tata kelola perdagangan, termasuk pengawasan terhadap masalah sertifikasi produk dan kelayakan konsumsi,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (28/3/2023).

Menjelang Ramadhan, Disperindagkop UKM yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltim akan melakukan pengawasan terpadu guna menjaga stok dan tata kelola perdagangan. Sa'duddin menekankan bahwa Disperindagkop UKM Kaltim akan memperhatikan pergerakan harga beras dengan lebih serius karena menjadi pemicu inflasi utama.

Kemudian, meski beberapa komoditas seperti bawang dan cabai masih cenderung naik harga karena cuaca yang basah, Sa'duddin berharap harga akan tetap berada di bawah rentang harga acuan.

“Beberapa waktu lalu, Wakil Menteri Perdagangan melakukan sidak di Samarinda dan menemukan bahwa harga cabai dan bawang memang naik karena cuaca yang basah. Kemungkinan masa panen juga belum waktunya, sehingga ada masalah dengan pasokan,” terangnya.

Sa'duddin di sini pun juga menyatakan bahwa operasi pasar akan ditingkatkan demi bisa mencegah harga yang kian melambung tinggi.

Dia mengungkapkan bahwa proses intervensi atas kenaikan harga tergantung pada situasi di kabupaten dan provinsi dan provinsi baru akan melakukan kegiatan jika kenaikan harga terjadi menyeluruh.

Sa'duddin mengajak masyarakat untuk tidak khawatir dan mempercayakan pengawasan pada stok dan harga ke Disperindagkop UKM Kaltim.

“Untuk menjaga stok dan suplai di Kaltim, kita akan minta bantuan para distributor,” jelasnya.