freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

EKSPOR

Indonesia-Korsel Sepakat Membahas Pemulihan Rantai Pasokan Global pada G20

8 Agustus 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Dokumentasi via antaranews.com

Retno Marsudi selaku Menteri Luar Negeri RI dan Park Jin selaku Menlu Korea Selatan sepakat bahwa upaya pemulihan rantai pasokan global.

Pada pertemuan Menlu G20 ini tentu saja di dalamnya akan memiliki dua sesi utama yang dibahas.

Retno Marsudi selaku Menteri Luar Negeri RI dan Park Jin selaku Menlu Korea Selatan sepakat bahwa upaya pemulihan rantai pasokan global, khususnya dalam makanan dan pupuk yaitu salah satu agenda penting yang memang perlu dibahas dalam Pertemuan Menlu G20.

Kedua Menlu tersebut juga melakukan pertemuan bilateral yang ada di sela-sela rangkaian kegiatan Pertemuan Menlu G20 yang digelar di Nusa Dua, Badung, Bali, berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta pada hari Kamis.

Pertemuan utama menteri luar negeri kelompok 20 negara ekonomi besar dunia (G20) ini juga akan berlangsung pada Jumat Jumat (8/7/2022).

Pertemuan Menteri Luar Negeri G20 (G20 FMM) di Bali pada 7-8 Juli 2022 ini akan menjadi salah satu forum strategis untuk bisa membahas upaya pemulihan global.

Pertemuan tersebut di dalamnya juga mengusung tema "Membangun dunia bersama yang lebih damai, stabil, dan sejahtera.”

Pertemuan Menlu G20 ini tentu saja akan memiliki dua sesi utama. Sesi pertama yaitu akan berfokus pada upaya penguatan multilateralisme dan di dalamnya juga akan membahas mengenai langkah bersama untuk bisa memperkuat kolaborasi global dan membangun rasa saling percaya antar negara untuk bisa menciptakan lingkungan yang kondusif bagi stabilitas, perdamaian dan pembangunan dunia, kata pernyataan Kementerian Luar Negeri RI.

Di samping itu, sesi kedua G20 FMM tentu saja akan berfokus pada isu ketahanan pangan dan energi dan akan membahas mengenai langkah-langkah strategis untuk bisa mengatasi krisis pangan, kelangkaan pupuk dan kenaikan harga komoditas global.

"Kenaikan harga komoditas dan terganggunya rantai pasokan global berdampak besar bagi negara berkembang. Untuk itu, G20 sebagai forum ekonomi yang mewakili berbagai kawasan di dunia, memiliki kekuatan untuk membahas isu-isu tersebut secara komprehensif untuk menemukan solusi sosial ekonomi yang berkelanjutan,” ungkap pernyataan Kemenlu RI itu.

Para menteri luar negeri G20 juga akan berkumpul saat dunia berjuang dalam menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, seperti dampak perubahan iklim, pandemi COVID-19 dan meningkatnya krisis ketahanan pangan.

Pada pertemuan bilateral dengan Retno, Menlu Korea Selatan Park Jin juga di sana menyampaikan bahwa dukungannya pada presidensi Indonesia di G20 pada tahun ini dan juga di ASEAN pada tahun 2023 mendatang.

Dalam konteks kerja sama bilateral, Pemerintah Korea Selatan di sini juga mengusulkan mekanisme konsultasi 2+2, yaitua antara menteri luar negeri serta menteri pertahanan kedua negara tersebut.