freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

TEKNOLOGI

Indonesia Gunakan Digitalisasi Sebagai Taktik Untuk Percepat Bongkar Muat di Pelabuhan

15 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

digitalisasi

Man using digital tablet © rawpixel.com via Freepi...

Demi bisa meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan transparansi dalam pelayanan kapal dan barang di pelabuhan, pihak Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus melakukan upaya agar bisa meningkatkan performa pelabuhan.

Dalam upaya peningkatan tersebut ada beberapa hal yang penting untuk dilakukan, misalnya dengan memperbaiki infrastruktur hingga melakukan berbagai inovasi yang terus menerus dikembangkan. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Arif Toha selaku Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Jenderal Perhubungan Laut.

"Ada beberapa upaya yang dilakukan untuk meningkatkan performa pelabuhan. Pertama, adalah hard infrastructure, seperti optimalisasi aset, pengembangan pelabuhan/terminal baru yang terintegrasi dengan kawasan industri, pembangunan green port atau pelabuhan ramah lingkungan. Kedua, soft infrastructure, yaitu peningkatan SDM terkait kompetensi para pegawai, digitalisasi operasi di terminal seperti improvement TOS dan autogate system, serta optimalisasi proses bisnis seperti I-Hub dan logistic marketplace yang semuanya tergabung dalam Inaportnet”, kata Arif di Jakarta, Kamis (11/11/2021).

Menurut Arif penetapan Inaportnet adalah sebagai salah satu upaya penting untuk menciptakan pelabuhan yang efektif, efisien, dan transparan. Inaportnet tersebut adalah sebuah layanan berbasis digital yang terpusat dan memiliki standart pelayanan operasional pelabuhan yang terkolaborasi, kegunaannya adalah untuk memberikan pelayanan pada kegiatan kapal dan barang di pelabuhan.

Sejak tahun 2016 lalu, Inaportnet sebenarnya sudah menjadi satu sistem yang seharusnya diterapkan di setiap pelabuhan. Dan besar harapannya bahwa sistem ini akan mampu meningkatkan pelayanan, sehingga semua proses di pelabuhan bisa berjalan lebih valid, cepat, transparan, dan terstandart.

"Penerapan Inaportnet ini merupakan bentuk nyata dan komitmen bersama dari stakeholder di bidang pelayaran guna menciptakan transparansi pelayanan operasional kapal dan barang di pelabuhan. Inaportnet sebagai bentuk digitalisasi Pelabuhan, diharapkan juga dapat menurunkan biaya logistik dengan memangkas biaya operasional sehingga dapat menciptakan biaya yang optimal," ujar Arif.

Selain itu, Inaportnet juga memiliki manfaat lain, seperti memperlancar arus barang di pelabuhan. Karena, layanan ini mampu menjadikan pelayanan di pelabuhan jadi lebih efektif dengan pelayanan kapal dan barang yang bisa dilaksanakan selama 24 jam setiap hari. Tidak hanya itu, layanan ini juga didukung menggunakan sistem internal Kementerian Perhubungan, dan sistem dari Badan Usaha Pelabuhan.

Beberapa sistem internal Kementerian Perhubungan yang bisa diakses melalui Inaportnet adalah, Sistem Informasi Lalu Lintas dan Angkutan Laut (SIMALA), aplikasi sertifikat pelaut, sistem kapal online, sistem informasi kepelabuhan, dan Sistem Hubla Terintegrasi (SEHATI).
"Penerapan Inaportnet yang konsisten dan termonitor dengan baik pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing pelabuhan di Indonesia," ujar Arif.

Beberapa layanan digitalisasi yang bisa diakses melalui Inaportnet antara lain adalah, digitalisasi persetujuan kapal masuk pelabuhan, digitalisasi persetujuan kedatangan kapal, digitalisasi rencana bongkar muat, persetujuan bongkar dan muat barang berbahaya penetapan pelayanan kapal, persetujuan daftar awak kapal, surat persetujuan oleh gerak kapal, pelaporan keberangkatan kapal, laporan kedatangan kapal, dan masih banyak lagi lainnya.

Dengan adanya sistem Inaportnet yang saling terintegritas, dan menggunakan QR Code, maka nantinya para pengguna jasa pelabuhan bisa secara mandiri melakukan akses terhadap berbagai surat persetujuan yang telah kami sebutkan di atas. Selain itu hal tersebut juga memungkinkan adanya keabsahan atas hasil layanan kapal dan barang di pelabuhan itu sendiri, pasalnya semua laporan pelayanan akan bisa terlihat dengan lebih transparan.

"Dengan demikian, seluruh proses pelayanan di pelabuhan menjadi lebih terintegrasi dan transparan sehingga dapat terpercaya keabsahannya," tegas Arif.