freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

TEKNOLOGI

Pelindo Siap Wujudkan Green Port, Dengan Perkuat Digitalisasi Pelabuhan

9 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Kapal pelabuhan membawa barang

Aerial Shot of Cargo Ship on Sea © Tom Fisk via Pe...

Menyoal upaya mitigasi penanganan krisis iklim, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, sepenuhnya mendukung upaya tersebut, terkhusus untuk koneksi penurunan emisi karbon dan koneksi penurunan emosi karbon. Hal ini nantinya, juga akan menunjang kelestarian keanekaragaman hayati. Hal ini disampaikan ketika menghadiri pertemuan ke – 26 Conference of The Parties (CoP-26) yang berlangsung di Glasgow, Skotlandia.

Pemaparan khusus bertajuk Developing Green and Smart Port Management Through Port Wastes Management, dipaparkan secara langsung oleh Arif Suharto, selaku Direktur Utama Pelindo. Arif menila bahwa menciptakan pelabuhan yang ramah lingkungan adalah sesuatu yang satu misi dengan program milik Pelindo pascamerger.

"Adapun salah satu program terpenting pascamerger adalah standarisasi operasi termasuk digitalisasi. Digitalisasi di pelabuhan ini merupakan inisiatif yang sejalan dengan program penghijauan dikarenakan penggunaan sumber daya yang lebih efisien dalam proses operasional, pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, serta waktu bongkar muat yang lebih cepat sehingga mengurangi waktu tunggu kapal di pelabuhan," kata Arif dalam keterangan resmi, Jumat (5/11/2021).

Menurutnya, digitalisasi para pemangku kepeningan, juga merupakan hal yang sangat penting dilakukan untuk bisa mendukung program digitalisasi ini. Karena dengan demikian, nantinya semua proses bisnis akan bisa jadi lebih efisien. Cangkupan dari program digitalisasi Pelindo bisa dibilang lumayan luas, dan menyentuh hampir semua kegiatan operasional, mulai dari S seaside, line 2, terminal, di back office, dan berbagai proses interaksi dengan pelanggan.

Arif juga menilai bahwa digitalisasi dalam pelabuhan merupakan hal yang sangat penting, karena hal ini akan mampu memicu pelayanan pelabuhan dengan lebih baik, serta menjadi satu jawaban untuk menjawab tantangan bisnis yang bisa mendukung kelestarian lingkungan, dengan operasional yang lebih efisien, dan bersih.

“Kami mengelola terminal peti kemas New Priok Container Terminal One (NPCT1) di Jakarta yang terhubung langsung dengan akses tol untuk meminimalisir kemacetan lalu lintas yang berdampak pada minimnya polusi. Di Surabaya, kami mengelola Terminal Teluk Lamong, yang merupakan inisiatif terminal hijau Pelindo yakni pelabuhan dengan desain operasi yang ramah lingkungan,” ungkap Arif Suhartono.