freightsight
Kamis, 23 Mei 2024

TEKNOLOGI

Indonesia dan Singapura Jalin Kerjasama Ekspor EBT

29 Maret 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Indonesia dan Singapura

Dokumentasi via ekon.go.id

Pemerintah Indonesia dan Singapura menjalin kerjasama dalam sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) dan penggunaan teknologi suplai air bersih.

Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, Indonesia berpotensi menghasilkan hingga 418 GW EBT, yang berasal dari sumber daya air, angin, panas bumi, dan matahari.

Dalam pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Pembangunan Nasional Singapura Desmond Lee pada Rabu (23/3/2022), Lee mengungkapkan pentingnya rencana ekspor EBT Indonesia ke Singapura.

"Selain menjadi upaya mengurangi emisi karbon, langkah ini juga dapat membuka lapangan kerja hijau," ungkap Lee mengutip dari siaran pers pada Kamis (24/3/2022).

Kedua menteri juga membahas mengenai sektor teknologi suplai air bersih. Pada kesempatan tersebut, Lee menganjurkan kepada Airlangga agar memanfaatkan teknologi untuk mengolah air sungai. Adapun air laut tidak dipilih dalam rencana ini karena desalinasi memerlukan dana yang tidak sedikit. Desalinasi sendiri merupakan proses pengolahan air laut menjadi tawar.

Seperti telah diketahui, Singapura merupakan salah satu negara maju yang sudah mengembangkan berbagai cara guna mencukupi kebutuhan air bersih di negaranya. Terlebih lagi, kebutuhan terhadap air bersih akan terus meningkat.

Selain deslinsasi, cara lain yang digunakan Singapura untuk memperoleh air bersih adalah mengolah air limbah dengan proses NEWater, memanfaatkan resapan air lokal, dan mengimpor air bersih dari negara tetangga seperti Malaysia.

Selain itu, kedua menteri juga membahas upaya percepatan pembangunan dan investasi di Kawasan Industri Kendal (KIK) di Jawa Tengah.

Menteri Airlangga mengatakan, KIK merupakan peluang strategis untuk membuka lapangan pekerjaan lebih besar sekaligus meningkatkan potensi ekspor ke Singapura.

Menteri Airlangga yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini mengatakan, Menteri Lee mewakili Singapura berencana melihat langsung perkembangan pembangunan KIK ke Kendal.

"Menteri Lee menilai perlunya fasilitas dan pelatihan vokasi guna meningkatkan kapasitas SDM masyarakat lokal di Kendal dalam rangka mendukung KIK," tegas Airlangga.

Pertemuan ini menjadi gerbang untuk menjalin kerjasama antara Indonesia dengan negara-negara lain khususnya di wilayah regional yang sama di Asia Tenggara.