freightsight
Jumat, 19 Juli 2024

TEKNOLOGI

Singapura Berencana Tambah Impor Listrik dari Indonesia, Buntut Krisis Energi yang Berlanjut

2 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Singapura senja hari

Singapore © Swapnil Bapat via Unsplash

Menteri perdagangan dan industri Singapura, Gan Kim Yong, pada Senin (25/10/2021) menyampaikan bahwa singapura berencana untuk menambah impor listrik dari Indonesia hingga 4 gigawat (DW) pada tahun 035 nanti.

Melihat jumlah yang terbilang sangat besar tersebut, maka jika terlaksana akan membuat cakupan impor akan sebesar 30 persen dari pasokan listrik Singapura. Hal ini sebagaimana data yang telah dipublish oleh Singapore International Energi Week.

Dalam waktu dekat, untuk merealisasikan acara tersebut, maka pilihan Singapura akan mulai melakukan uji coba analisis masalah teknis, serta peraturan yang menyangkut masalah perdagangan lintas batas juga akan segera dilakukan.

Dalam pernyataannya, Gan Kim Yong juga menyampaikan bahwa salah satu langkah untuk memulai rencana tersebut adalah dengan mencoba melakukan impor listrik dari Malaysia dengan jumlah 100 megawatt (MW). dan sebagai percontohan lain, mereka akan mencoba mengimpor listrik tenaga surya dari pulau bulan di Indonesia.

Sebagai informasi tambahan, perlu diketahui bahwa sampai saat ini Singapura masih mengalami masalah krisis energi. Hal ini bahkan berdampak pada pasokan listrik untuk negara tersebut. salah satu penyebabnya adalah karena terjadi gangguan pada pasokan gas yang masuk ke Singapura. Sebagaimana diketahui pula bahwa saat ini, krisis energi memang terjadi secara global, khususnya untuk negara-negara yang ada di Amerika dan Eropa.

Singapura yang membutuhkan gas alam dalam jumlah tinggi, namun tidak dibarengi dengan ketersediaan yang cukup, memicu terjadinya krisis energi ini. Hal ini juga menyebabkan peningkatan harga yang terbilang signifikan.

Krisis energi di Singapura ini sebenarnya sudah mulai terjadi sejak masa pandemi Covid-19, yang mana kondisi tersebut mau tidak mau memaksa mereka harus melakukan lockdown, atau pembatasan wilayah.

Adanya kelangkaan gas alam yang saat ini terjadi, pada akhirnya membuat para produsen Singapura memilih mundur.

Sedangkan mengutip dari beberapa sumber yang ada, diketahui bahwa 50 persen pasokan listrik Singapura saat ini memang bersumber dari Indonesia.