freightsight
Minggu, 27 November 2022

REGULASI

Harga Minyak Mentah Mengancam Bursa Saham Asing India dan Korea Selatan

4 Maret 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Minyak mentah

Ilustrasi kilang minyak via nawacita.co

• Investor asing diperkirakan akan keluar dari India dan Korea Selatan sebagai imbas dari perang di Ukraina dan sanksi terhadap Rusia.

• Indeks Kospi Korea Selatan mencatat angka terburuk di antara indeks utama di Asia tahun ini.

Lonjakan harga minyak mentah imbas perang di Ukraina dan sanksi terhadap Rusia mengancam keluarnya investor pasar modal India dan Korea Selatan.

Dilansir Bloomberg, harga minyak mentah Brent melampaui US$110 per barel, kenaikan ini berdampak pada berkurangnya prospek dua importer minyak terbesar di AS tersebut. Di sisi lain, mata uang rupee dan won juga menorah kinerja terburuk di Asia.

Saat bursa saham di Mumbai dan Soul tengah terpukul oleh kekhawatiran inflasi suku bunga Federal Reserve dan aksi jual teknologi, analis melihat kedua negara ini lebih rentan terhadap risk-off.

Tim analis Morgan Stanley menyebutkan, kenaikan biaya dapat menurunkan profit perusahaan di kedua negara seiring dengan pertumbuhan pendapatan di Asia tertinggal dari negara lainnya.

“Kenaikan harga minyak yang tinggi akan berdampak negatif untuk India, Korea dan Taiwan, yang notabene merupakan importer minyak terbesar,” tulis tim analis Morgan Stanley, Jonathan Garner pada Rabu (2/3/2022).

Indeks Kospi Korea Selatan mencatat angka terburuk di antara indeks utama di Asia tahun ini. Sejak awal tahun, Kospi terus melemah hingga 9 persen. Sementara itu, indeks S&P BSE Sensex India mencatat angka melemah hingga 5 persen year-to-date (ytd). Sedangkan MSC Asia Pasific Index mengalami penurunan sekitar 6 persen ytd.

Analis Bloomberg Intelligence memproyeksi kenaikan 80-100 basis poin terhadap risiko kenaikan inflasi rata-rata 5,9 persen untuk India yang dimulai April, jika harga komoditas tetap meroket.

Sementara itu, Gubernur Bank of Korea pecan lalu mengatakan bahwa perang akan memicu inflasi berkelanjutan yang diprediksi akan tetap berada di atas 3 persen. India dan Korea mencatat net capital outflow sepanjang 2022. Nomura Holdings Inc. bahkan memprediksi arus modal keluar akan berlanjut menyusul invasi militer Rusia ke Ukraina.

“Meski kepemilikan asing di pasar India dan Korea telah menurun baru-baru ini, kepemilikan asing atas ekuitas masih lebih besar daripada level sebelum pandemi Covid-19 terjadi karena kenaikan juga didorong oleh pergerakan valuasi pasar,” seperti keterangan yang ditulis tim analis Nomura dikepalai oleh Chetan Seth.