freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

REGULASI

Embargo Chip Semikonduktor ke Rusia, AS Berikan Sanksi Kedua

2 Maret 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Joe Biden

Joe Biden via REUTERS/File Photo

• Amerika Serikat (AS) menerapkan embargo chip semikonduktor ke Rusia sebagai bentuk sanksi yang diberikan atas invasi militer yang dilakukan ke Ukraina.

• Asisten Menteri Perdagangan AS untuk Industri dan Keamanan Thea Rozman Kendler mengatakan, sebagian besar produk luar negeri yang dibuat menggunakan teknologi AS akan dilarang untuk diekspor ke Rusia.

Amerika Serikat (AS) menerapkan embargo chip semikonduktor ke Rusia sebagai bentuk sanksi yang diberikan atas invasi militer yang dilakukan ke Ukraina. Dilansir dari Fortune, Presiden Joe Biden meluncurkan sanksi tahap kedua berupa penundaan penjualan semikonduktor ke Rusia.

“Kami akan melemahkan kemampuan mereka untuk dapat bertahan dalam persaingan ekonomi abad-21,” kata Biden dalam sebuah pernyataan beberapa hari lalu.

AS berencana memotong rantai pasok chip komputer yang menggerakkan smartphone, mobil, dan bahkan rudal. Embargo di bawah kekuasaan Biden tersebut melarang chip apapun buatan Amerika dijual ke Rusia.

Asisten Menteri Perdagangan AS untuk Industri dan Keamanan Thea Rozman Kendler mengatakan, sebagian besar produk luar negeri yang dibuat menggunakan teknologi AS akan dilarang untuk diekspor ke Rusia.

“Rusia akan diputus akses terhadap teknologi mutakhir AS dan negara mitra. Pangkalan industri militer dan pertahanan serta dinas intelijen Rusia akan berhenti mendapat pasokan produk buatan Barat,” terang Kendler.

Meskipun AS hanya memiliki basis manufaktur semikonduktor yang tidak cukup besar, namun perusahaan Amerika adalah pilot project di bidang desain semikonduktor dan paten chip. Kekayaan intelektual AS masih dibutuhkan banyak produsen asing untuk merancang chip mereka.

Gedung Putih mengisyaratkan telah menargetkan pasokan semikonduktor Rusia terhadap respon atas invasi Ukraina pada beberapa minggu sebelum Rusia meluncurkan serangan, namun belum pernah melakukan tindakan seluas itu sebelumnya.

Sebelumnya, AS pernah menggunakan undang-undang serupa untuk memutus penjualan chip ke produsen peralatan telekomunikasi China Huawei Technologies hingga berakibat kehancuran bisnis ponsel pintar tersebut. Pada akhirnya Huawei terjun dari jajaran pemasok smartphone terbesar dunia bahkan tidak pernah menempati peringkat 5 teratas.

“Dampak terkuat dari tindak kami ini akan datang seiring waktu, terutama saat kami mengurangi akses Rusia ke teknologi dan keuangan dunia untuk strategis ekonominya serta menurungkan kapasitas industrinya untuk tahun-tahun mendatang,” kata Biden.

Seiring embargo yang mengancam kehancuran Rusia, sebagian besar pemasok global mungkin hampir mengabaikan biaya kepatuhan. Dalam hal ini, CEO Asosiasi Industri Semikonduktor AS (SIA) John Neuffer, Rusia bukanlah konsumen semikonduktor langsung yang signifikan.

Menurut SIA, Rusia hanya menyumbang 0,1 persen pembelian chip global. Perusahaan riset IDC memproyeksikan, pasar chip Rusia bernilai $50 miliar dalam perdagangan dari industri global senilai $4,5 triliun. Adapun Rusia tercata membeli sekitar 70 persen pasokan semikonduktornya dari China, yang kemungkinan tidak memperhatikan embargo Biden.

Meski demikian, China hanya memproduksi chipset yang relative low-end, bagus untuk mobil dan peralatan rumah tangga namun tidak cukup handal memandu rudal Rusia.

Sebagai informasi, Rusia dan Ukraina adalah pemasok utama palladium dan gas neon yang merupakan komponen penting dalam pembuatan chip. Hal ini justru dikhawatirkan sejumlah analis dunia yang menganggap Rusia dapat membalikkan keadaan dengan memanfaatkan posisinya di pasar untuk membalas AS.