freightsight
Rabu, 28 September 2022

PELABUHAN

Ekspor Perikanan Belitung Diperkirakan Tumbuh Saat Pelabuhan Tanjung Batu Rampung Diperbaiki

30 Desember 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Perikanan

Mackerel in market © Jcomp via Freepik

• Firdaus Zamri selaku Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, menyampaikan bahwa pada 2020 lalu ekspor komoditas perikanan Belitung berhasil memiliki catatan gemilang.

• Lebih lanjut, Firdaus menyampaikan keyakinannya, apabila nanti Pelabuhan Tanjung Batu selesai di renovasi dan bisa difungsikan sebagaimana mestinya, maka frekuensi dan jumlah ekspor komoditi perikanan diperkirakan akan bertambah.

Firdaus Zamri selaku Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, menyampaikan bahwa pada 2020 lalu ekspor komoditas perikanan Belitung berhasil memiliki catatan gemilang, yakni sebanya 2.000 ton.

Bahkan, ia yakin sebenarnya ekspor perikanan lebih dari jumlah di atas, karena ada banyak barang pengemasan dan pengiriman tercatat dari Jakarta untuk selanjutnya dikirim ke luar negeri.

“Dalam dokumen tujuan Jakarta, kami yakini barang dibawa keluar, karena barang kita kualitas ekspor, terutama cumi dan ikan birai,” katanya, Kamis (23/12/2021).

Lebih lanjut, Firdaus menyampaikan keyakinannya, apabila nanti Pelabuhan Tanjung Batu selesai di renovasi dan bisa difungsikan sebagaimana mestinya, maka frekuensi dan jumlah ekspor komoditi perikanan diperkirakan akan bertambah.

Apabila pelabuhan ekspor di Belitung beroperasi, maka operasional kapal reefer akan bisa lebih lancar karena tidak perlu lagi antre bongkar muat.

Ia juga menjelaskan, sejauh ini kegiatan ekspor hasil perikanan terbilang cukup lancar. Sebelumnya memang sempat ada kendala ketika Pelabuhan Tanjung Batu dan Tanjung Ru diperbaiki, yang akibatnya menyebabkan penumpukan sangat padat di Unit Pengelolaan Ikan (UPI).

Akan tetapi setelah kemudian dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, seperti operator kapal dan Pelindo, maka proses ekspor bisa dilakukan melalui kapal reefer atau kargo pendingin. Dan pada akhirnya hal ini bisa menjadi solusi.

"Memang ekspor sekarang melalui Jakarta, tapi barang tidak dibuka lagi. Barang masih dalam kontainer, tinggal pindah kapal, sehingga tercatat barang Belitung. Kalau ekspor, masuk sebentar di Jakarta, kalau sudah ada kapal siap ke Singapura atau Malaysia, tinggal memindahkan kontainer ke kapal," ucapnya.

"Ketika melakukan ekspor ada pajak yang dibayar, bagi hasil porsinya lebih besar kita, karena barangnya dari Belitung," tambah Firdaus.

Tidak bisa dipungkiri bahwa potensi komoditi perikanan di Belitung memang sangat besar, baik untuk ikan tangkapan maupun ikan hidup yang langsung bisa diekspor seperti kerapu.