freightsight
Jumat, 19 April 2024

REGULASI

Dukung Pelaku Usaha, Mendag Komitmen Pangkas Hambatan Ekspor

8 Maret 2023

|

Penulis :

Tim FreightSight

via ekonomi.bisnis.com

Aturan ekspor harus dipermudah, jangan sampai ada yang menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jika ada hambatan-hambatan ekspor laporkan saja.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan berkomitmen untuk terus mendukung pelaku usaha khususnya eksportir.

Komitmen ini diwujudkan dengan kebijakan yang mempermudah dan menghilangkan hambatan ekspor produk Indonesia dalam memasuki pasar internasional.

Komitmen ini disampaikan Mendag Zulkifli Hasan di hadapan para eksportir saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Ke-1 2023 pada Senin (6/3/2023) di Jakarta dengan tema “Industri Agro dan Ekonomi Kreatif Sebagai Tulang Punggung Ekspor Nasional”.

"Untuk itu, aturan ekspor harus dipermudah, jangan sampai ada yang menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jika ada hambatan-hambatan ekspor laporkan saja,”ujar Mendag.

Mendag Zulkifli Hasan bersyukur, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar USD 54,53 miliar USD sepanjang 2022. Nilai surplus tersebut meningkat USD 19,11 miliar atau 54 persen dari tahun sebelumnya.

Capaian ini merupakan kontribusi pelaku ekspor nasional. Sepanjang 2022, pelaku ekspor memberikan kontribusi sebesar USD 292 miliar atau naik sebesar 26 persen dari tahun sebelumnya dan secara signifikan mendukung surplus neraca perdagangan Indonesia.

“Keberhasilan pengiriman surplus dua tahun berturut-turut, bahkan 2022 ekspor Indonesia tertinggi sepanjang sejarah karena perjuangan para eksportir,” ucapnya.

Mendag Zulkifli Hasan memberikan apresiasi atas capaian tersebut, ia juga mendukung ekspor produk yang bernilai tambah, khususnya untuk produk industri agro dan kreatif.

Komoditas agro harus dikembangkan untuk mendapatkan nilai tambah sehingga meningkatkan kesejahteraan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk hasil pertanian.

“Kita harus berpikir lebih maju untuk mengolah hasil agro industri agar memiliki nilai tambah. Sementara produk kreatif, kita harus menciptakan ekosistem agar industri kreatif berkembang, termasuk industri UMKM,” tandasnya.

Mendag menambahkan, pemerintah akan terus membuka pasar yang lebih besar agar produk ekspor semakin diterima di pasar global, terutama pasar baru seperti Asia Selatan, Afrika, dan Eropa Timur. Salah satu upaya itu adalah dengan menggalakkan perjanjian-perjanjian dagang dengan negara mitra.

“Satu kata kuncinya yaitu kolaborasi dan kerja sama, baik pusat pemerintah dan daerah serta pelaku usaha dan asosiasinya. Kalau kerja sama kuat, saya kira tidak sulit untuk mencapai itu semua,” imbuh Mendag Zulkifli Hasan.