freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

INFO INDUSTRI

Dorong Konektivitas Rantai Pasok Global Lewat Pengembangan UMKM

23 November 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

via satelitoday.com

Indonesia akan terus mendorong pengembangan UMKM agar semakin kuat dan meluas pada tataran global.

Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengungkapkan, G20 dan B20 di Indonesia banyak memberikan manfaat serta peluang lebih besar untuk menarik banyak investor, termasuk di sektor logistik dalam pengembangan rantai pasok (supply chain) global. Agar dapat terus menjamin konektivitas rantai pasok global, Presidensi Indonesia di G20 telah memperkenalkan concrete deliverables atau daftar proposal proyek, program atau inisiatif nyata sebagai pendekatan baru untuk mencapai tujuan itu.

“Tentang mata rantai pasok atau supply chain global, itu juga menjadi pembicaraan di ajang G20 dan B20. Terlebih lagi Indonesia berhasil menunjukkan pada dunia keberhasilan dalam menjaga surplus neraca dagang dalam kurun waktu 22 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 meski di tengah penyebaran Covid-19. Torehan ini tentu menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk semakin membuka peluang dalam menarik investor dunia menanamkan modalnya di Indonesia, terutama pada sektor logistik yang menunjukkan pemulihan lebih cepat dibandingkan sektor lain,” kata Yukki pada Selasa (22/11/2022).

Industri logistik, menurut Yukki, merupakan sektor yang paling awal terdampak pandemi tetapi juga yang paling cepat pemulihan. Namun, sektor logistik dan transportasi Indonesia termasuk dalam rantai pasok global sehingga perlu kolaborasi dalam pemulihannya agar dapat berhasil, seperti dengan kolaborasi bersama perusahaan informasi teknologi (IT) yang menopang industrii logistik.

Misalnya, selain menyangkut IT, kolaborasi juga perlu dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas logistik yang belum dioperasikan secara optimal agar produk nasional mampu berdaya saing global. Yukki mengemukakan, ada empat cara bagi Pemerintah RI terus memperbaiki masalah logistik dan rantai pasok nasional agar menjadi lebih efektif dan efisien.

Pertama, dengan memprioritaskan bangunan infrastruktur dalam proyek strategis nasional mulai dari jalan, rel kereta api pelabuhan serta bandar udara untuk menjamin akses pasokan nasional terus terhubung.

Kedua, Indonesia harus terus mengembangkan kawasan ekonomi khusus untuk meningkatkan konektivitas antar pemangku kepentingan logistik.

Ketiga, pengembangan sistem digital yang terintegrasi dengan platform ekonomi logistik nasional, meliputi lalu lintas barang dan dokumen hingga daftar pelanggan.

Keempat, Indonesia sejauh ini telah mendorong peningkatan logistik dengan e-commerce dan inisiasi dari perusahaan start up untuk dapat berkolaborasi menjangkau logistik market place.

Yukki yang juga turut menghadiri helatan akbar G20 dan B20 di Bali, Indonesia itu mengemukakan, perlunya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, swasta, dan pelaku UMKM (usaha mikro, kecil menengah) guna membuka peluang UMKM yang naik kelas dengan bantuan permodalan, pendampingan usaha hingga akses pasar. Pelaksanaan G20 dan B20 di Bali ini merupakan momentum untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia merupakan negara besar.

Yukki mengatakan, saat ini dunia tengah menghadapi berbagai tantangan mulai dari transisi energi, serta ancaman berbagai krisis seperti ekonomi, pangan, kesehatan, hingga persoalan lainnya. Oleh karena itu, Indonesia akan terus mendorong pengembangan UMKM agar semakin kuat dan meluas pada tataran global.

Seperti diketahui, Presidensi G20 Indonesia yang telah resmi ditutup Presiden Joko Widodo pada pekan lalu itu berhasil menghasilkan deklarasi bersama yang dinamai G20 Bali Leaders’ Declaration. KTT G20 juga menghasilkan sejumlah capaian konkret. Capaian tersebut, antara lain, terbentuknya pandemic fund yang mencapai 1,5 miliar Dolar Amerika Serikat (AS). Capaian lainnya adalah pembentukan dan operasionalisasi resilience and sustainability trust (RST) di bawah Dana Moneter Internasional (IMF) sejumlah 81,6 miliar Dolar AS untuk membantu negara-negara yang menghadapi krisis.