freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

INFO INDUSTRI

China Bergabung Bersama Rantai Pasokan & Ingin Perusahaan Hi-Technya Berinvestasi di Vietnam

7 November 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

via deposiphotos.com

Pergeseran manufaktur China ke Vietnam diatur demi "mempercepat" pertemuan tinggi di Beijing.

Pergeseran manufaktur China ke Vietnam diatur demi bisa "mempercepat" setelah pertemuan tingkat tinggi di Beijing.

Sekretaris Jenderal Partai Vietnam Nguyen Phu Trong bertemu dengan Presiden Xi yang mengatakan bahwa China memiliki rencana untuk membangun “rantai pasokan yang stabil” dengan tetangga selatannya.

Beliau berkata bahwa: “China bersedia untuk mempercepat menghubungkan strategi pembangunan dengan pihak Vietnam, mempromosikan konektivitas antara kedua negara dan bersama-sama membangun sistem rantai pasokan industri yang stabil.”

Hal ini tentu saja akan mencakup China yang bisa mendorong perusahaan teknologinya demi bisa berinvestasi di Vietnam, ungkap Xi, seraya beliau juga menambahkan bahwa kedua negara juga harus mempromosikan kerja sama yang ada di bidang perawatan kesehatan, ekonomi digital dan masalah lingkungan.

China hingga saat ini sudah menjadi mitra dagang terbesar Vietnam dengan perdagangan bilateral yang meningkat 24% tahun kast dan menjadi $ 165 miliar.

Bukan hanya itu, sementara banyak juga yang telah dilakukan oleh perusahaan asing demi mendiversifikasi rantai pasokan dari China – mengingat kenaikan upah juga gangguan dari kebijakan nol-Covid – orang dalam Vietnam dengan cepat mencatat “sebagian besar” dari pergeseran tersebut asalnya dari produsen Cina.

Andre Wheeler, CEO Asia Pasifik Connex dan pakar Belt & Road Initiative China, mengatakan bahwa China mungkin juga ingin berinvestasi di sektor teknologi tinggi Vietnam yang mengingat pembatasan perdagangan yang diberlakukan oleh AS dan Uni Eropa.

Beliau juga mengatakan kepada The Loadstar bahwa: “Vietnam telah terbukti menjadi investasi manufaktur alternatif yang menarik untuk organisasi internasional. Hal ini tentu telah melukai kemampuan manufaktur China hingga tingkat tertentu, tetapi ancaman terbesarnya merupakan perpindahan kemampuan teknologi kelas atas ke Vietnam; baik itu TSMC dan Intel telah memindahkan manufaktur dan desain microchip yang signifikan.”

Di samping itu, perusahaan e-commerce China juga mendirikan toko di Vietnam. Amazon Vietnam mengatakan bahwa telah melihat adanya peningkatan 80% pada eksportir tahun ini, sebagian berkat “masuknya” relokasi penjual e-commerce China.