freightsight
Jumat, 3 Februari 2023

PENGIRIMAN DARAT

Masih Butuh Waktu Untuk Lakukan Migrasi Angkutan Barang Menggunakan Jalur Kereta

18 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Kereta logistik

Train Track © Octavio Fossatti via Unsplash

  • Migrasi pengangkutan barang menggunakan jalur kereta api masih menuntut kesabaran lebih lama, karena waktu yang dibutuhkan cukup lama.

  • Migrasi ini terkendala oleh beberapa hal, salah satunya adalah penolakan dari masyarakat di sekitar wilayah pelabuhan.

Saat ini upaya untuk melakukan pengangkutan barang menggunakan jalur kereta api, masih terus diupayakan untuk meningkat. Melakukan pengangkutan barang menggunakan kereta api, selain lebih efisien juga lebih murah. Selain itu, diketahui bahwa melakukan pengangkutan barang menggunakan jalur ini juga dinilai mampu mempercepat upaya pemerintah untuk mempercepat upaya penerapan zero angkutan mobil barang yang over dimension and over load (ODOL).

Akan tetapi untuk mewujudkan hal tersebut tentunya masih membutuhkan waktu dan kesabaran, hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Erni Basri selaku Kepala Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat.

Hal tersebut dikarenakan untuk membuat jalur kereta api, harus dilakukan persiapan secara bertahap, apalagi untuk masalah konektivitas antara jalur kereta dengan berbagai titik-titik industri di pelabuhan.

"Harus sabar, karena memang butuh waktu. Tapi untuk (konektivitas) ke titik-titik industri dan pelabuhan itu under process," kata Erni dalam sebuah webinar, Senin (15/11).

Selain itu, mereka juga menghadapi beberapa tantangan lain, yang mana salah satunya adalah melakukan penghubungan jalur kereta api dengan berbagai pusat industri. Hal ini menjadi sebuah tantangan karena beberapa masyarakat yang ada di wilayah pelabuhan masih melakukan penolakan.

Meskipun demikian, Erni menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan akan terus berupaya untuk melakukan negosiasi dengan masyarakat agar bisa segera merampungkan pembangunan jalur kereta api. Hal ini penting karena berkaitan dengan perwujudan zero ODOL.

Sebagaimana diketahui bahwa sampai saat ini, angkutan barang menggunakan jalur darat memang masih sangat mendominasi dalam sistem perlogistikan Indonesia. Yang mana, porsi dari jalur darat adalah sebesar 90 persen, dari total keseluruhan moda transportasi lain.

Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki data yang menunjukkan bahwa barang yang diangkut menggunakan kereta api pada September 2021 ini adalah sebanyak 4,8 juta ton. Dengan demikian, jumlah tersebut diketahui naik sebesar 2,48 persen. Sebagian besar barang yang diangkut dari total keseluruhan tersebut adalah dari Sumatera, yakni sebanyak 3,8 juta ton, atau sebesar 78,48 persen..