freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

PENGIRIMAN UDARA

Domestik dan Kargo akan Lebih difokuskan oleh Garuda Indonesia

1 Juli 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pengiriman Udara

Garuda Indonesia

Garuda Indonesia segera mengubah bisnisnya dalam waktu dekat setelah sidang putusan homologasi hasil PKPU maskapai BUMN itu dikabulkan.

Garuda akan menjadi maskapai yang menguntungkan, bukan maskapai terbang ke mana-mana sehingga bisa lebih fokus.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan segera mengubah bisnisnya dalam waktu dekat ini setelah sidang putusan homologasi hasil dari Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) maskapai BUMN itu telah dikabulkan. Salah satunya, Garuda di sini akan berfokus terhadap bisnis penerbangan domestik serta kargo.

Kartika Wirjoatmodjo selaku Wakil Menteri BUMN II telah menyatakan bahwa untuk penerbangan domestik, Garuda hanya bisa terbang ke sejumlah destinasi favorit yang ada di Indonesia, seperti Bali, kota besar juga tempat wisata lainnya.

Untuk bisnis kargo ini, Garuda juga sedang mengembangkan open sky policy yang sedang dibahas di Kementerian Perhubungan.

Setelah itu, Garuda juga bisa bekerja sama dengan maskapai internasional sebagai feeder atau konektor yang menerbangkan ke tempat tujuan domestik.

"Banyak maskapai internasional menjadi hub player seperti, Singapura, Qatar, dan Dubai. Mereka tidak punya pasar domestik di Indonesia. Nah, kitalah yang akan menjadi penghubung ke domestik tersebut," ungkapnya dalam konferensi pers yang dipantau di Jakarta, Selasa (28/6).

Sekarang ini, menurut dia, banyak selaku pasar internasional yang melirik produk-produk dari timur Indonesia, terutama produk kelautan sehingga memang dimungkinkan Garuda menyasar pengiriman langsung dari Indonesia timur ke negara-negara seperti Jepang, Hong Kong juga Singapura.

Garuda di sini juga melirik bahwa pangsa pasar extra baggage atau kelebihan muatan. Dari data yang telah diterima Garuda, mayoritas masyarakat di Indonesia ketika jalan-jalan ke luar kota selalu membeli banyak sekali oleh-oleh. Dan di sinilah Garuda juga menawarkan kargo untuk kelebihan muatan tersebut dengan harga yang ekonomis.

Fokus bisnis ini juga telah diikuti dengan efisiensi pesawat yang diterbangkan. Garuda juga mengurangi armada dari 210 pesawat pada tahun 2020 menjadi 120 pesawat saja pada tahun 2022, dengan rincian 94 pesawat narrow body juga 26 pesawat wide body.

"Selain itu, Garuda menerapkan power by the hour, sehingga Garuda hanya membayar sewa pesawat setiap diterbangkan," ungkap Tiko, sapaan akrab Kartika Wirjoatmodjo.

Beliau menuturkan, selain fokus bisnis, Garuda mencari investor keuangan untuk jangka panjang, tetapi untuk dinyatakan sehat secara neraca keuangan, Garuda juga terlebih dulu menyelesaikan right issue satu dan dua.

Pada kesempatan yang sama, Irfan Setiaputra selaku Direktur Utama Garuda Indonesia, mengatakan bahwa Garuda akan menjadi maskapai yang menguntungkan, bukan maskapai terbang ke mana-mana sehingga bisa lebih fokus. Untuk bisa memperkuat Garuda pihaknya akan mempercepat pertumbuhan Citilink sebagai maskapai dengan berbiaya murah.

"Kami juga akan tetap mengambil pasar haji dan umrah di Indonesia. Malah, kalau bisa kami akan menerbangkan langsung dari kota-kota besar seperti Surabaya, Makassar, dan kota-kota besar lainnya tanpa transit terlebih dahulu," ungkap Irfan.