freightsight
Rabu, 28 September 2022

PENGIRIMAN UDARA

Bisnis Kargo Garuda Indonesia Tercatat Tumbuh Sebesar 89,66 Persen Pada Kuartal Tiga

28 Desember 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

pesawat garuda

© Pesawat Garuda via kbr.id

• Pada kuartal III tahun 2021, diketahui bahwa PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) telah berhasil mencatatkan pertumbuhan positif untuk angkutan kargo internasional, hingga sebesar 89,66 persen.

• Pihak Garuda juga terus mencoba memaksimalkan langkah pengelolaan kinerja usaha, yang mana salah satunya adalah dengan pengelolaan beban operasional penerbangan yang pada kuartal III tahun 2021 ini telah berhasil ditekan hingga 14,45 persen.

Pada kuartal III tahun 2021, diketahui bahwa PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) telah berhasil mencatatkan pertumbuhan positif untuk angkutan kargo internasional, hingga sebesar 89,66 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Peningkatan yang terjadi tersebut sejalan dengan fokus diversifikasi bisnis Garuda pada bisnis kargo udara yang menyusul tekanan pendapatan usaha pada lini bisnis penumpang.

Sebagaimana diketahui bersama bahwa bisnis Garuda Indonesia untuk lini penumpang beberapa waktu ke belakang sedang cukup bermasalah, apalagi setelah Indonesia terhantam pandemi Covid-19. Serta adanya pembatasan wilayah di beberapa negara.

Irfan Setiaputra selaku Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengatakan bahwa lini bisnis kargo milik Garuda Indonesia, memang berhasil menjadi salah satu penompang penting pendapatan usaha Garuda menyusul tren pergerakan penumpang yang telah menunjukkan sinyal positif jelang kuartal 3-2021.

“Kami terus beradaptasi menghadapi tantangan bisnis yang ada. Upaya tersebut terus kami percepat dengan mengoptimalkan kargo yang kami proyeksikan dapat menembus 30 persen dari total pendapatan operasi pada akhir tahun 2021,” jelas Irfan pada gelaran Public Expose Kinerja Usaha 2021, Senin (20/12/2021) lewat siaran persnya.

Tidak hanya itu, Garuda juga tercatat berhasil melakukan berbagai inovasi bisnis, yang mana salah satunya adalah dengan mengoperasikan 2 armada freighter (Pessenger Freighter) A330-300 yang turut melayani perluasan jaringan penerbangan kargo.

Selain itu, mereka juga memperluas jangkauan jaringan penerbangan kargo dengan menggunakan skema kerjasama dengan airline partner dan air cargo transhipment, serta melakukan pemaduan jalur udara dan darat melalui program kerjasama dengan pihak perusahaan trucking untuk melayani destinasi intra-Eropa.

Pihak Garuda juga terus mencoba memaksimalkan langkah pengelolaan kinerja usaha, yang mana salah satunya adalah dengan pengelolaan beban operasional penerbangan yang pada kuartal III tahun 2021 ini telah berhasil ditekan hingga 14,45 persen, menjadi USD 1,11 miliar, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, yakni sebesar USD 1,3 miliar.