freightsight
Sabtu, 20 Juli 2024

TEKNOLOGI

Diperkirakan Transaksi E-Commerce Tahun Ini Meningkat Sampai 48,5 Persen

17 Desember 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Transaksi e-commerce

Cropped image of woman inputting card information ...

• Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, membuat perkiraan bahwa hingga akhir tahun 2021, nilai transaksi e-commerce mampu mencapai Rp 395 triliun.

• Rata-rata penggunaan internet per hari adalah sekitar hampir sembilan jam per hari, sedangkan rata-rata penggunaan media sosial penduduk Indonesia mencapai 3 jam 14 menit.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, membuat perkiraan bahwa hingga akhir tahun 2021, nilai transaksi e-commerce mampu mencapai Rp 395 triliun. Dengan capaian tersebut, maka itu artinya ada peningkatan sebesar 48 persen, jika dibandingkan dengan nilai realisasi nilai transaksi tahun lalu yang hanya sebesar Rp 266 triliun.

Airlangga Hartoto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menyampaikan bahwa peningkatan proyeksi yang saat ini ada, sejalan dengan adanya pergeseran pola transaksi masyarakat ke arah yang semakin berkembangnya digitalisasi sistem pembayaran.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa volume transaksi e-commerce sampai akhir tahun diperkirakan akan mencapai 2,8 juta transaksi. Perkiraan tersebut juga tercatat melampaui capaian volume transaksi hingga akhir tahun lalu yang hanya 1,6 juta transaksi.

“Peningkatan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi digital, maraknya fintech dan meningkatnya kemudahan akses perbankan digital,” tuturnya dalam US-Indonesia Investment Summit ke-9 , Senin (13/12).

Tidak hanya itu, diketahui pula telah ada catatan kenaikan pada transaksi digital banking, baik dari sisi nilai maupun volume transaksi. Untuk sektor nilai transaksi diketahui ada peningkatan sebesar 30,1 persen, dari yang mana sebelumnya hanya Rp27.356 triliun, kini menjadi Rp35.600 triliun.

Volume digital banking juga diperkirakan meningkat, jadi 7,2 juta transaksi. Pada tahun lalu, volume ini hanya sebesar 4,9 juta transaksi.

“Peningkatan transaksi digital menjadi sangat penting dan berkontribusi pada pemulihan ekonomi Indonesia selama pandemi,” ujarnya.

Airlangga juga mengatakan bahwa Indonesia memiliki tingkat adopsi digital yang terbilang sangat tinggi, hal ini seiring dengan besarnya populasi penduduk di Indonesia, dan juga Indonesia memiliki penduduk dengan usia produktif yang terbilang cukup besar.

Berdasarkan catatan data yang ada, terdapat sebanyak 37 persen penduduk Indonesia yang menjadi pengguna internet baru, setelah Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Diketahui pula ada sebanyak 93 persen penduduk Indonesia yang tetap memilih menggunakan ekonomi digital di tengah masa pandemi Covid-19.

“Kita lihat rata-rata penggunaan internet per hari adalah sekitar hampir sembilan jam per hari, sedangkan rata-rata penggunaan media sosial penduduk Indonesia mencapai 3 jam 14 menit,”paparnya.