freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

INFO INDUSTRI

Diperkirakan Pembayaran E-commerce Indonesia Akan Mencapai USD 83 Miliar

7 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Belanja online

Online purchasing payment e-commerce © rawpixel.co...

Di Asia Tenggara, Indonesia diperkirakan akan menjadi negara yang menjadi pasar besar untuk pembayaran perdagangan secara elektronik di Asia Tenggara. Nilai yang nantinya harus dibayar oleh Indonesia diproyeksikan adalah sebesar USD 83 miliar, kemudian disusul oleh Vietnam USD 29 miliar, dan Thailand USD 24 miliar, di tahun 2025 nanti. Pada tahun 2025 nanti, Indonesia juga diperkirakan akan menyambut lebih dari 100 juta pengguna mobile wallets atau dompet seluler baru.

Hal di atas sebagaimana ditampilkan oleh IDC, firma survei pasar, pada laporan terbaru yang ditugaskan oleh 2C2P, platform pembayaran global asal Singapura. Dari laporan tersebut, juga diampaikan bahwa Asia Tenggara kini sedang mengalami transformasi keuangan yang luar biasa besar, dan hal in dipengaruhi oleh pembayaran digital yang terbilang cukup tinggi.

Pergerakan ekonomi ini juga didukung oleh perubahan tren konsumen dan perdagangan ritel serta banyaknya pembayaran yang lebih inklusif. Saat ini diperkirakan jumlah pengeluaran e-commerce di Asia Tenggara mengalami peningkatan sebesar 162 persen, dengan nilai sebesar USS 179.8 miliar di tahun 2025 nanti, dengan pembayaran digital akan menyumbang angka yang sangat besar, yakni sebesar 91 persen.

Salah satu hal yang ada dalam laporan tersebut adalah tentang kompleksitas ekosistem pembayaran Asia Tenggara yang terfregmentasi, sehingga mendorong bisnis untuk membuat keputusan yang tepat dan mampu menangkap peluang, laporan tersebut dibuat dengan tajuk How Southeast Asia Buys And Pays : Driving New Business Value For Merchants.

Dari penelitian yang telah dibuat, IDC juga menemukan kebiasaan beberapa alternatif yang mulai muncul di Asia Tenggara, salah satunya adalah melalui dompet seluler (mobile wallet). Di Indonesia sendiri pembayaran menggunakan dompet digital memang sedang banyak digunakan oleh masyarakat, salah satu alasannya adalah karena kemudahan yang ditawarkan.

“Pembayaran digital bukan lagi hal yang sekedar menyenangkan untuk dimiliki, tetapi harus dimiliki, dan merupakan bagian penting dari setiap strategi bisnis perusahaan,” kata Aung Kyaw Moe, dalam pernyataannya, dikutip Kamis (4/11).