freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

INFO INDUSTRI

Ada Beberapa Metode Pembayaran dalam Perdagangan Internasional

26 Oktober 2021

|

Penulis :

Abdu Rauf

Payment Method © Rupixen.com via Unsplash

Pergadangan internasional tentunya selalu menjadi target banyak pebisnis dunia agar produk mereka bisa digunakan oleh banyak orang secara global. Tidak heran rasanya bila kini proses perdagangan internasional pun banyak dilakukan oleh para pelaku bisnis dari Indonesia. mereka selalu berusaha untuk meningkatkan peluang bisnis hingga produknya dikenal oleh banyak orang.

Salah satu hal yang wajib diperhatikan oleh semua pebisnis sebelum mereka melakukan ekspor adalah metode pembayaran yang akan digunakan. Sebab, di masa perhadangan international yang sudah moden ini ada berbagai macam metode pembayaran yang telah tersedia. Jadi para pebisnis perlu mengenal dengan baik ragam metode pembayaran yang akan digunakan ketika proses transaksi berlangsung.

Apalagi sering terjadi penipuan dan kasus sejenisnya yang sering dialami oleh pelaku perdagangan internasional di era modern seperti sekarang ini. Oleh sebabnya, semua pebisnis harus paham betul tentang metode yang cocok digunakan agar mereka terhindar dari berbagai kerugian dan risiko lainnya. Jadi kenali terlebih dahulu semua metode pembayaran yang paling aman dalam perdagangan internasional.

Mengutip dari akun Instagram resmi @kemendag, berikut ini adalah beberapa metode pembayaran yang sering digunakan dalam perdagangan internasional:

1. Cash in Advance
Pembayaran dimuka atau cash in advance merupakan salah satu metode pembayaran yang sering dilakukan dalam perdagangan internasional. Di mana transaksi pembayaran akan dilakukan terlebih dahulu sebelum pengiriman barang berlangsung. Pembaran ini dapat dilakukan secara penuh atau hanya sebagian, kemudian dilunasi ketika barang sampai.

2. Letter of Credit
Dalam letter of credit, jaminan bank atas nama importir terkait dengan pembayaran nantinya akan dilakukan ke eksportir bila semua syarat telah terpenuhi terlebih dahulu.

3. Documentary Collection
Pada documentary collection proses transaksinya mengharuskan setiap eksportir untuk menyerahkan beberapa dokumen terkait pengiriman barang ke bank eksportir untuk diteruskan pada bank importir. Setelah mendapatkan perintar bayar, baru importir akan melakukan transaksi.

4. Open Account
Metode open account merupakan kebalikan dari metode pembayaran di muka. Sebab pada metode ini barang akan dikirimkan terlebih dahulu dan proses transaksinya akan dilakukan ketika importir menerima barang tersebut. Dalam hal ini, keuntungannya cenderung lebih besar didapatkan pihak importir, yakni mereka bisa menerima barangnya terlebih dahulu. Sementara itu, risiko lebih besar dimiliki eksportir karena pembayarannya bisa saja terlambat atau bahkan tak ada sama sekali.

5. Consigment
Metode pembayaran satu ini mewajibkan para eksportir untuk mengirimkan barang mereka terlebih dahulu dan pembayarannya akan dilakukan ketika barang terjual. Oleh karenanya, ada beberapa keterbatasan eksportir ketika melakukan promosi dan penjualan barang. Bahkan bisa menungkinkan bila pembayarannya akan dilakukan secara konsinyasi. Artinya adalah penjual hanya menitipkan barang mereka untuk dijual oleh importir.