freightsight
Jumat, 1 Maret 2024

PELABUHAN

Dinas Kelautan dan Perikanan Bangun Pelabuhan Perikanan di Banten

10 Maret 2023

|

Penulis :

Tim FreightSight

via Antara

Dinas Kelautan dan Perikanan Banten terus mengoptimalkan fasilitas nelayan salah satunya melakukan revitalisasi dan membangun fasilitas pokok, fungsional dan penunjang pelabuhan perikanan Provinsi Banten.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Banten terus mengoptimalkan fasilitas nelayan di Wilayah Provinsi Banten.

Salah satunya, DKP Provinsi Banten melakukan revitalisasi dan membangun fasilitas pokok, fungsional dan penunjang pelabuhan perikanan Provinsi Banten. Seperti yang dilakukan DKP Banten di Pelabuhan Perikanan Binuangeun, Kabupaten Lebak serta Cikeusik, Kabupaten Pandeglang.

Kepala DKP Banten Eli Susiyanti mengatakan, pembangunan pelabuhan perikanan Binuangeun dilakukan secara bertahap dengan menggunakan APBD dan APBN.

"Pada tahun 2019 dilakukan pembangunan penyediaan sarana dan prasarana tambat labuh. Seperti fender, bollard dan PJU Sollar Cell," ujar Eli pada Kamis (8/3/2023). Kemudian pembangunan berlanjut ke tahun 2020 yaitu revitalisasi tempat pelelangan ikan higienis.

"Setelah itu di tahun 2021 pembangunan kios, pemagaran, depot es, revitalisasi docking tahap I, revitalisasi breakwater sisi kiri; tahun 2022 revitalisasi pabrik es, docking tahap II, drainase, pembangunan kios dan penataan jalan lingkungan dengan paving block," jelasnya.

Sementara itu untuk pembangunan pelabuhan Perikanan Cikeusik lanjut Eli, pada tahun 2022 Pemasangan Tetrapod dan PJU Sollar cell di breakwater sisi kiri, revitalisasi Tempat Pelelangan Ikan Higienis, Revitalisasi dermaga, Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah, Pembangunan Musholla dan Pembangunan Breakwater sisi kanan.

Eli menjelaskan, pembangunan breakwater merupakan upaya dalam penanggulangan gelombang tinggi dan ketersediaan kolam labuh di Pelabuhan Perikanan.

"Pembangunan breakwater pada sisi kanan Pelabuhan Perikanan Cikeusik direncanakan sepanjang 496 meter dengan lebar 4 meter," katanya.

Meski begitu, lantaran keterbatasan anggaran, Eli mengatakan bahwa maka proses pembangunan yang dilakukan pada tahun 2022 tidak dapat dilakukan secara tuntas. Itu artinya pembangunan pemecah gelombang (breakwater) harus dilakukan dalam dua tahap. "Yaitu pada tahap pertama kurang lebih sepanjang 160 meter dan selisihnya sepanjang 336 meter pada tahap kedua," jelasnya.

Proses pekerjaan itu kemudian dilanjutkan dan ditargetkan tuntas pada tahun 2023. "Ketuntasan pekerjaan pemecah gelombang sisi kanan Pelabuhan Perikanan CIkeusik akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2023," katanya.

Eli menegaskan, bahwa pembangunan dan revitalisasi pelabuhan perikanan didua titik itu menjadi pendorong kesejahteraan para nelayan. "Keberhasilan dalam pengembangan, pembangunan dan pengelolaan pelabuhan perikanan serta optimalisasi dan operasionalnya merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan dari indikator kinerja perikanan tangkap," katanya.

Hal ini menurut Eli, dapat dilihat bahwa pembangunan pelabuhan perikanan menimbulkan multiplier effect bagi pertumbuhan sektor ekonomi nelayan serta meningkatkan penerimaan pendapatan asli daerah atau PAD.

Selebihnya Eli Susiyanti berharap, pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang telah dilakukan DKP Provinsi Banten, dapat bermanfaat bagi nelayan dalam menunjang aktivitas penangkapan ikan yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan nelayan.

"Pelabuhan perikanan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintah dan kegiatan sistem bisnis perikanan yang digunakan sebagai tempat kapal perikanan bersandar, berlabuh dan/atau bongkar muat ikan yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang perikanan. Sebagaimana dalam Permen KP Nomor 8 Tahun 2012," katanya.