freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

REGULASI

Demi Memudahkan Investasi Pemkot Cirebon Bangun Industri Strategis

2 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Kawasan pabrik industri

Agricultural silos. building exterior © standret v...

Agar terjadinya kemudahan proses investasi, Pemerintah Kota Cirebon memutuskan untuk membangun industri yang lebih strategis. Langkah ini tetap diambil oleh mereka, meskipun sampai saat ini Cirebon bukanlah kawasan industri.

Agus Mulyadi, selaku Sekretaris Kota Cirebon menyampaikan bahwa saat ini hanya 1,5 % saja dari keseluruhan wilayah yang dimiliki oleh kota tersebut, yang menjadi kawasan industri. Akan tetapi, menurutnya hal tersebut tidak lantas membuat Cirebon harus diam di tempat atau tidak bergerak. Justru mereka harus membuat pergerakan.

Dari yang disampaikan oleh Agus, ada beberapa hal yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memberikan kontrubusi untuk PDRB di Cirebon. Hal tersebut adalah, pelayanan dan jasa, industri keuangan, dan juga produk industri.

“Rencana induk pembangunan industri (Ripik) di Kota Cirebon merupakan rencana yang strategis dan harus disusun dengan baik. Sehingga, pengembangan industri tetap dapat dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi,” kata Agus di Kota Cirebon, Kamis (28/10/2021).

Agus berharap bahwa rencana pembangunan industri ini nantinya akan bisa selesai dalam kurun waktu cepat. Disisi lain, saat ini pemerintah Cirebon juga mengatakan bahwa perencanaan detail tata ruang (RDTR) untuk pengaturan investasi, pengaturan zonasi, dan persyaratan perizinan online single submission (OSS). Karena itu, yang saat ini ditunggu hanya masalah rencana induk saja.

“Jadi tinggal rencana induk saja. Kalau rencana induk sudah ada, proses perizinan juga sudah dipermudah maka investor baik yang lama maupun baru dapat berinvestasi di Kota Cirebon," kata Agus.

Maharani Dewi, Kepala Dinas Koperasj, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, juga mengatakan ada 49,09 hektare Wilayah Kota Cirebon, yang terletak di kawasan Lemahwunguk, Pengambiran, dan Kesambi. Kedepannya, Cirebon juga akan mengembangkan titik industri di wilayah kecamatan lain. Sementara produk industri yang nantinya akan dikembangkan dan dikelola tentunya juga cukup bervariatif, dari berbagai sektor.

"Untuk industri yang dikembangkan bisa industri pertanian maupun industri-industri lainnya," kata Maharani Dewi.