freightsight
Sabtu, 4 Februari 2023

INFO INDUSTRI

Dalam Rantai Pasok Bisnis Perusahaan, PT Perindo Libatkan UMKM

2 Desember 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

via unsplash

Perindo dukung UMKM supaya naik kelas.

Mitra UMKM Perindo masuk rantai pasok perusahaan dalam menyuplai bahan baku demi peningkatan produksi perikanan.

PT Perikanan Indonesia (Persero) atau Perindo mendukung pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) supaya naik kelas dari skala kualitas usaha, produksi, teknologi hingga pembiayaan melalui program kemitraan antara UMKM bersama badan usaha milik negara (BUMN). Direktur Utama PT Perikanan Indonesia Sigit Muhartono mengatakan ini sejalan dengan program yang dijalankan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM).

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, ucap Sigit, meminta UMKM masuk dan terintegrasi dalam rantai pasok BUMN dan menjadi bagian dari industrialisasi. Sigit menyampaikan juga bahwa perusahaan merangkul kemitraaan UMKM yang terdiri dari atas nelayan, pemilik kapal, pengusahaan ikan, pembudidaya hingga pemilik warung.

"Mitra-mitra PT Perikanan Indonesia kita dukung naik kelas dengan pembinaan, pemberian modal kerja, dukungan fasilitas hingga asuransi perikanan," ujar Sigit dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (30/11).

Sigit menyampaikan juga bahwa ratusan mitra Perikanan Indonesia yang tersebar di seluruh wilayah operasional kantor cabang dan kantor pusat perusahaan di antara di Tahuna, Rembang, Prigi, Pemangkat, Pati, Natuna, Merauke, Lampulo, Jakarta, Brondong, Belawan, Padang, Tegal, hingga Bitung.

Dengan demikian, tentu saja Sigit katakan, mitra UMKM PT Perikanan Indonesia sudah masuk ke dalam rantai pasok perusahaan dalam menyuplai bahan baku demi peningkatan produksi perikanan. "Sehingga perusahan mampu menjaga pasokan kebutuhan ikan dalam rangka ketahanan pangan serta peningkatan Angka Konsumsi Ikan Nasional (AKI)," kata Sigit.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi bahwa BUMN yang sudah bermitra dengan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Menurut beliau, kemitraan juga harus selalu didorong untuk menciptakan transfer teknologi, transfer pengetahuan dan transfer kemampuan mengelola bisnis. "Jadi UMKM gak usaha sendiri-sendiri. Tetapi menjadi bagian daripada industri. Itu yang ingin kita bangun," ujar Teten.

Teten di sini pun juga berterima kasih kepada BUMN yang telah membuka peluang bagi UKM dan Koperasi supaya bisa masuk dalam kemitraan rantai pasok badan usaha milik negara.

Bukan hanya mengapresiasi PT Perikanan Indonesia, Teten di sini pun juga mengapresiasi 16 BUMN lain yang telah meningkatkan kemitraan terhadap pelaku UMKM yaitu Pertamina, PLN, Kimia Farma, Krakatau Steel, Perum Perhutani, RNI, Inka, Perum Bulog, PPI, Berdikari, Garam, Bio Farma, Perkebunan Nusantara III, Pindad, Pupuk Indonesia dan Sang Hyang Seri.

Direktur Operasional PT Perikanan Indonesia Fajar Widisasono di sini pun juga mengatakan bahwa PT Perikanan Indonesia juga menggandeng pedagang warung UMKM dalam program Kelontong Ikan. Fajar juga menyampaikan Kelontong Ikan merupakan pemberdayaan UMKM untuk menambah portofolio produk bagi warung kelontong.

Fajar juga mengatakan program ini diperuntukkan untuk pelaku usaha mikro atau warung yang sudah beroperasi minimal selama dua tahun untuk dibantu suplai freezer beserta ikannya. Adapun ikan yang dipasok yaitu produk ritel Perikanan Indonesia, Tukato Seafood. Program ini juga merupakan hasil kolaborasi dengan Pegadaian.

"Untuk masyarakat perkotaan, khusus Jabodetabek, kami memiliki Program Kelontong Ikan. Kami akan drop freezer beserta isinya ke warung. Adapun penghasilan bisa sekitar 4 juta hingga 5 juta per bulan. Program ini sangat menarik dan menjanjikan," ucap Fajar.

Bukan hanya itu, Fajar juga menambahkan perusahaan siap menyerap ikan koperasi atau UMKM yang berniat memasok ikan, baru dari hasil budidaya atau hasil tangkap di laut.