freightsight
Rabu, 28 September 2022

INFO INDUSTRI

China Tersendat, Pusat Gravitasi Ekonomi Dunia Bergeser ke Selatan

22 September 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Ilustrasi Ekonomi Global via okezone.com

Kutub baru pertumbuhan perdagangan muncul di Asia Tenggara dan Asia Selatan pertumbuhan perdagangan diperkirakan akan meningkat secara dramatis di Afrika Sub-Sahara. Setelah beberapa dekade bergeser ke timur, pusat gravitasi perdagangan dunia siap untuk berbelok ke selatan.

Ekonom menyebut China tengah berada di jalur ekspansi ekonomi paling lambat sejak 40 tahun. Hal tersebut lantaran sebuah laporan baru mengklaim pangsa pertumbuhan perdagangan global akan berkurang setengahnya selama lima tahun ke depan. Output pabrik lebih baik dari yang diharapkan pada bulan Agustus dengan pertumbuhan 4,6% year on year (YoY), tetapi analis mengatakan ini karena Agustus 2021 menjadi dasar perbandingan yang rendah seperti selama gelombang infeksi virus Covid-19 varian Delta tahun lalu.

Ekonom senior China di Capital Economics, Julian Evans-Pritchard mengatakan: “Ekonomi China bertahan sedikit lebih baik dari yang diantisipasi bulan lalu, tetapi momentum masih relatif lemah terhadap Juli, di tengah gangguan virus baru dan penutupan pabrik karena kekurangan listrik, itu mengakibatkan September lebih buruk.

“Sementara gelombang virus saat ini mungkin telah mencapai puncaknya, aktivitas akan tetap lemah selama beberapa bulan mendatang di tengah penurunan properti yang semakin dalam, pelemahan ekspor, dan gangguan Covid-19 yang berulang.” Imbuhnya. Menurut laporan Bloomberg, ekonomi China diperkirakan tumbuh 3,5% tahun ini, tingkat paling lambat kedua dalam 40 tahun, dan melemahnya mata uang juga menimbulkan tantangan; bulan ini jatuh ke level terendah terhadap dolar AS sejak Juli 2020.

Standard Chartered melaporkan, sebuah survei terhadap produsen di Greater Bay Area UKM di sana sangat prihatin atas peningkatan volatilitas nilai tukar, mengingat setengah dari responden menggunakan yuan untuk menyelesaikan perdagangan internasional. Sementara itu, laporan Atlas Pertumbuhan Perdagangan baru DHL memperkirakan pangsa China dalam pertumbuhan perdagangan global akan turun 50% antara tahun 2021 dan 2026 menjadi 13% karena perdagangan menyebar di berbagai negara yang lebih luas.

Sebelumnya, sepanjang 2016 hingga 2021, China menempati peringkat pertama dengan pertumbuhan tercepat baik ekspor maupun impor. Namun, antara tahun 2021 dan 2026, diproyeksi posisi ini akan ditempati negara-negara Asean kemudian diikuti Asia Selatan, Asia Tengah dan Afrika Sub-Sahara.

Laporan tersebut mengatakan: “Kutub baru pertumbuhan perdagangan muncul di Asia Tenggara dan Asia Selatan dan pertumbuhan perdagangan diperkirakan akan meningkat secara dramatis di Afrika Sub-Sahara. Setelah beberapa dekade bergeser ke timur, pusat gravitasi perdagangan dunia siap untuk berbelok ke selatan.”