freightsight
Rabu, 28 September 2022

INFO INDUSTRI

Cangkang Sawit Memiliki Potensi Ekspor ke Jepang Sebesar USD 12 juta

1 Desember 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Cangkang kelapa sawit

Brown Dried Leaves on Ground © cottonbro via Pexel...

Indonesia berhasil melakukan pembukuan dengan potensi transaksi cakang sawit untuk diekspor ke jepang mencapai nilai USD 12 juta setiap tahun.

Marolop juga menyampaikan bahwa pihaknya juga mengundang para calon pembeli untuk bisa secara langsung datang ke gudang dan pabrik pengolahan agar semakin yakin dengan kualitas cangkang sawit Indonesia.

Diketahui bahwa pelaku usaha Indonesia berhasil melakukan pembukuan dengan potensi transaksi cakangkang sawit untuk diekspor ke jepang mencapai nilai USD 12 juta setiap tahun.

Potensi transaksi yang mereka miliki saat ini adalah hasil dari one o none business matching yang dilakukan oleh para pelaku usaha cangkang sawit Indonesia dengan para pelak usaha industri biomassa jepang di Riau pada minggu ini.

Kementerian perdagangan bersama Japan External Trade Organization (Cetro) Jakarta, dan Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit (APCASI), adalah pihak yang memberikan fasilitas pertemuan bisnis ini.

“Untuk menjaga surplus neraca perdagangan, pemerintah terus berupaya mengembangkan produk dan komoditas berpotensi ekspor dengan permintaan dan nilai jual yang tinggi di pasar global. Salah satu komoditas tersebut adalah cangkang kelapa sawit,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi dalam keterangan resminya, Sabtu (27/11).

Saat ini jepang adalah pasar terbesar untuk industri cangkang sawit dan diperkirakan akan terus menjadi pasar utama untuk industri ini. Hal tersebut sangat mungkin, mengingat saat ini jepang telah menetapkan 24 persen pemenuhan energi di jepang pada tahun 2030 nanti akan berasal dari energi baru dari terbarukan.

Marolop Nainggolan selaku direktur kerja sama pengembangan ekspor Kemendag, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendorong peningkatan ekspor cangkang sawit ke jepang melalui kerjasama yang dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan.

“Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag bersama Japan External Trade Organization berupaya mempertahankan dan meningkatkan ekspor cangkang sawit ke Jepang. Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah melalui kegiatan one-on-one business matching kali ini,” ungkap Marolop.

Marolop juga menyampaikan bahwa pihaknya juga mengundang para calon pembeli untuk bisa secara langsung datang ke gudang dan pabrik pengolahan agar semakin yakin dengan kualitas cangkang sawit Indonesia.

“Selain melalui pertemuan bisnis, kami juga mengajak pelaku usaha Jepang untuk mengunjungi stockpile dan pabrik penghasil cangkang sawit di daerah Siak dan Dumai. Kami harap calon mitra bisnis dari Jepang meyakini besarnya potensi cangkang kelapa sawit Indonesia dan berminat untuk menjalin kerja sama bisnis jangka panjang dengan pelaku usaha lokal,” kata Marolop.