freightsight
Selasa, 9 Agustus 2022

DOMESTIK

Asperindo Sebut Industri Logistik Jadi Tulang Punggung Perekonomian

5 Agustus 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Industri Logistik

Logistik via pikiran-rakyat.com

Industri logistik menjadi tulang punggung perekonomian karena masyarakat melakukan perdagangan secara berjarak baik nasional maupun global.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik (Asperindo) Trian Yuserma mengatakan industri logistik dapat menjadi fondasi atau tulang punggung perekonomian nasional di tengah krisis yang terjadi.

"Pada 1998, industri ini menjadi tulang punggung perekonomian karena masyarakat melakukan perdagangan secara berjarak baik nasional maupun global," kata Trian dalam pernyataannya pada Rabu (3/8/2022).

Pada kesempatan tersebut, Trian menyebutkan industri logistik semakin masif pasca terjadinya pandemi covid-19. Padahal, industri logistik di Indonesia telah ada dan terus tumbuh sejak zaman Belanda. Saat ini, industri logistik semakin masif dan terbuka, terlebih ketika adanya tren perdagangan elektronik atau e-commerce.

"Makanya trennya kapitalisasi semakin dipercepat karena pertumbuhannya. Banyak kita temukan pengusaha-pengusaha baru, generasi baru yang tidak dibatasi kelompok umurnya. Jadi, ada anak muda, setengah tua, maupun tua yang sekarang menjadi seller dan meramaikan di bisnis e-commerce," kata Trian.

Menurutnya, hingga saat ini industri logistik terus mengalami pertumbuhan, terlebih saat pandemi. Namun, Trian ingin memberikan peringatan dini terkait daya beli masyarakat yang akan berimplikasi pada industri logistik secara umum.

"Sehingga kita harus tetap menjamin adanya pertumbuhan daya beli di masyarakat secara umum sehingga tidak menurun," ujar Trian.
Menurut Trian, pandemi akan menjadi suatu ancaman jika semua pihak tidak sadar akan dampak dan mencoba menghentikannya secara kesadaran kolektif, dimana dengan daya beli yang menurun akan memengaruhi industri logistik.

"Tanda-tandanya ke sana itu sudah mulai ada. Kemarin Alhamdulillah sudah naik lagi. Tapi, ketika ada sinyal untuk melakukan PPKM itu pasti turun lagi. Dan penurunan daya beli itu menjadi nyata. Menjadi fakta yang salah satu parameternya itu bisa dilihat dari pertumbuhan industri kami," ujar Trian.

Sementara itu, tantangan lain yang dihadapi industri logistik adalah sebuah fenomena baru yang disebut gratis ongkos kirim, di mana industri logistik merupakan industri padat karya yang sulit menerapkan fenomena tersebut.

"Kami ingin istilah free ongkir itu pelan-pelan bisa dieliminasi, agar industri ini bisa tumbuh baik," kata Trian.

Selanjutnya, Asperindo mendorong terciptanya industri yang sehat, di mana sekarang Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi untuk bisnis e-commerce.

"Dan kita melihat ada penguasaan-penguasaan menyeluruh di industri ini baik di platformnya, di digital payment-nya termasuk logistiknya. Bagaimana kita bisa menciptakan penataan usaha yang sehat sehingga tidak ada penguasaan yang menyeluruh," pungkas Trian.