freightsight
Minggu, 4 Desember 2022

PELABUHAN

Ancaman Pemogokan Dermaga di Felixstowe, Imbas Batalnya Perundingan Kesepakatan Upah

11 Agustus 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pelabuhan

Pelabuhan Felix via Gareth Fuller/PA

Ketegangan terjadi antara pihak Pelabuhan dengan serikat buruh pekerja di Inggris terkait perselisihan kenaikan upah.

Pembatalan perundingan di ACAS yang rencananya digelar tadi malam (8/8) sebagai upaya mencegah pemogokan di Pelabuhan terbesar Inggris, Felixstowe, mengakibatkan kedua pihak yang terlibat saling bersitegang.

Sebelumnya, negosiator dari serikat Unite menolak tawaran operator pelabuhan yang menaikkan upah 7% dengan pembayaran lump sum sebesar £500 ($606).

Terkait hal itu, tidak ada pertemuan lebih lanjut yang direncanakan oleh kedua pihak sebelum dimulainya 8 hari aksi mogok yang akan digelar pada 22 Agustus mendatang.

Termasuk nihilnya jalur pelayaran berencana untuk menjadwal ulang panggilan di pelabuhan, di mana sejumlah operator melihat pelayaran kapal lebih awal untuk melepaskan impor Inggris.

“Kami kecewa dan menyesal, terlepas dari upaya terbaik kami, kami masih belum dapat mencapai kesepakatan dengan Unite,” kata juru bicara pelabuhan.

“Kami mendesak mereka untuk berkonsultasi dengan anggota mereka tentang penawaran terbaru sesegera mungkin".

“Tidak akan ada pemenang dari pemogokan yang hanya akan mengakibatkan anggota mereka kehilangan uang yang seharusnya mereka dapatkan" tambahnya.

Di lain pihak, pejabat nasional serikat Unite, Robert Morton mengatakan pemogokan akan terus berlanjut "kecuali jika perusahaan mengajukan tawaran yang dapat diterima anggota kami".

Dia menambahkan: “Pelabuhan [Hutchison Ports] mampu mengajukan tawaran gaji yang wajar kepada anggota kami, tetapi mereka memilih untuk tidak melakukannya.”

Unite belum mengungkapkan tawaran upah yang masuk akal, tetapi dalam komunikasi sebelumnya dikatakan bahwa hanya 7% yang diterima pihaknya. Angka tersebut dianggap cukup jauh dari aspirasi anggota, bahkan terlihat seperti pemangkasan upah, mengingat inflasi yang terjadi mengacu pada indeks harga eceran 11,9%.

Pelabuhan telah mendesak Unite untuk berkonsultasi dengan pihaknya terkait kesepakatan respon 1.900 pekerja dermaga mengenai tawaran yang ditingkatkan. Namun serikat pekerja mengatakan mereka memiliki mandat luar biasa setelah 92% suara bulan lalu mendukung aksi industri untuk melakukan negosiasi upah.

Kemudian hari ini (9/8) dalam pernyataan yang kontradiktif, pelabuhan mengatakan "serikat pekerja telah menolak tawaran perusahaan untuk bertemu lagi", sedangkan Unite mengatakan "pintunya tetap terbuka untuk pembicaraan lebih lanjut".

Dari laporan The Loadstar, yang telah menghubungi pihak terpercaya terkait batalnya perundingan tadi malam, dikatakan bahwa pemogokan tidak dapat dihindari. Namun mereka tidak mengharapkan perselisihan berlangsung lama.

"Sebagian besar orang yang saya kenal bekerja di pelabuhan memiliki hipotek dan gaya hidup yang cukup mahal dan saya sama sekali tidak yakin mereka memiliki keinginan untuk mogok lama," kata salah satu sumber.