freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

PELABUHAN

Dermaga IV Ketapang ASDP Akan Perkuat Konektivitas Jawa dan NTB

2 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Dermaga di sore hari

Dock © v-a-n-3-ss-a via Pexels

Dengan hadirnya dermaga IV Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, maka PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Indonesia, yakin bahwa mereka mampu memperkuat konektivitas Jawa dan NTB.

“Alhamdullilah, dengan beroperasinya dermaga IV Ketapang ni dapat memperkuat konektivitas penyeberangan dan kelancaran sektor logistik khususnya layanan ferry jarak jauh yang menghubungkan pulau Jawa dan Lombok,” ujar Ferry Kusnadi C Wijaya, selaku direktur teknik dan fasilitas ASDP Indonesia, pada pernyataan tertulisnya Selasa (27/10/21).

Adanya jalur Ferry jarak jauh Ketapang – Lembar ini, menurut Kusnadi akan menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan konektivitas antara pulau Jawa dan nusa tenggara barat. Hal ini juga menjadi perwujudan nyata, dukungan pada program pemerintah untuk memajukan sektor pariwisata dan dukungan terhadap kebijakan gubernur bali, agar bisa mengurangi kepadatan yang terjadi di lalu lintas Gilimanuk.
Tidak hanya itu, jalur baru ini, juga memungkinkan untuk penghematan biaya pemeliharaan jalan.

“Dengan adanya lintasan Ketapang-Lembar ini diharapkan layanan penyeberangan semakin efektif dan efisien, serta menekan biaya logistik,” ujar Kusnadi.

Setidaknya, sampai saat ini ada 5 kapal yang telah dilayani oleh dermaga iv ketapang, dengan masing-masing tempuh waktu adalah selama 12 jam. Dan dermaga iv tersebut memang telah beroperasi sejak akhir tahun 2020 lalu, dengan load factor lebih dari 75%.

Diharapkan kelancaran dalam pengoperasian LDF Ketapang – Lembar, akan memicu adanya pengembangan pembangunan daerah area sekitar Banyuwangi, dan Lombok, yakni ke depan akan mulai muncul pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Selain itu, operasional LDF Ketapang – Lembar, juga akan mendukung pembangunan secara nasional secara keseluruhan. Dan juga memicu pertumbuhan pada beberapa sektor lain, seperti pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB). Karena, sebagaimana yang diketahui bahwa ada begitu banyak destinasi wisata di nusa tenggara yang begitu indah, dan menarik untuk dikunjungi.

Dampak lain yang juga terjadi adalah adanya multiplier effect pada perekonomian di Jawa Timur maupun di Nusa Tenggara Barat.

Bagikan artikel ini:

Tags: