freightsight
Jumat, 3 Februari 2023

PENGIRIMAN DARAT

ALI katakan Biaya Logistik Indonesia Tinggi dan Masih Bisa Naik Lagi

7 September 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Biaya Logistik

Ilustrasi Logistik via bisnis.com

Kenaikan BBM subsidi diprediksi ikut mengerek biaya logistik yang sudah mencapai 23% dari PDB nasional.

Ketua umum ALI sudah mengantisipasi kenaikan seluruh elemen rantai pasok.

Kenaikan harga BBM subsidi diprediksi akan ikut mengerek biaya logistik yang sekarang ini sudah mencapai sekitar 23 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional.

Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) juga mengatakan bahwa kenaikan harga BBM serta efek rambatannya pada seluruh elemen rantai pasok akan berakumulasi terhadap naiknya biaya logistik yang sekarang ini telah lebih tinggi dari sejumlah negara di kawasan Asean.

Mahendra Rianto selaku Ketua Umum ALI merincikan bahwa dari total 23 persen besaran biaya rantai pasok terhadap PDB, sekitar 9 persen di antaranya adalah biaya angkutan atau transportasi. Di samping itu, biaya bahan bakar dapat mencapai 50 persen pada biaya operasional transportasi.

"Kalau biaya BBM sebesar 50 persen itu naik, biaya transportasi sebesar 9 persen [terhadap rantai pasok] itu akan naik juga berikut operasional warehouse dan lain-lain," jelas Mahendra, Selasa (6/9/2022).

Sekarang ini, Mahendra belum dapat menghitung secara pasti berapa persen kenaikan biaya rantai pasok karena harga BBM.

Namun, beliau mengatakan segera memantau perkembangan efek penaikan harga BBM kepada seluruh biaya rantai pasok dalam satu bulan ke depan.

Para pelaku industri, kata Mahendra sudah mengantisipasi kenaikan seluruh elemen rantai pasok. Mulai dari biaya operasional transportasi barang hingga harga barang yang diangkut itu sendiri.

"Komposisi transportasi sebesar 9 persen terhadap [biaya rantai pasok] 23 persen ini akan ada snowball effect," terangnya.

Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan mengatakan bahwa pemerintah menaruh perhatian kepada dampak harga BBM kepada sektor transportasi di antaranya mendukung arus pergerakan barang.

Demi mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi, Budi Karya menyebut pemerintah siap menyalurkan subsidi transportasi.

Beliau juga meminta pelaku sektor transportasi demi bisa menyediakan tarif terjangkau untuk masyarakat.

"Di satu sisi pelayanan angkutan yang berkeselamatan bisa terjaga dan di sisi lain tetap bisa memberikan tarif yang terjangkau bagi masyarakat," ujar Budi Karya.