freightsight
Jumat, 1 Maret 2024

TEKNOLOGI

Akibat Kinerja Bongkar Muat IPCC Ciamik, Ekspor Impor Kendaraan Naik Dua Dijit Tahun Lalu

8 Februari 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Ekspor kendaraan

IPCC via topbusiness.id

• PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatatkan kinerja operasi cemerlang sepanjang 2021, sejumlah ekspansi tentu akan dieksekusi pada 2022.

• Dari sisi operasional dan pengembangan bisnis, ada penggabungan antar Pelindo berimbas positif pada potensi kinerja Perseroan.

Emiten grup Pelindo, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatatkan kinerja operasi cemerlang sepanjang 2021, sejumlah ekspansi tentu akan dieksekusi pada 2022.

Sofyan Gumelar selaku Sekretaris Perusahaan Indonesia Kendaraan Terminal menjelaskan meningkatnya sejumlah aktivitas di industri komoditas turut berimbang terhadap meningkatnya permintaan alat-alat berat.

“Kondisi ini tentunya berimbas positif terhadap kegiatan bongkar muat di terminal IPCC. Hal ini jelas terlihat dari meningkatnya jumlah kendaraan dilayani di terminal Perseroan,” ucapnya, Kamis (3/2/2022).

Sejumlah bongkar muat CBU ekspor sepanjang 2021 telah naik 25,79 persen (YoY) menjadi 290.277 unit dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya. Peningkatan ini diikuti dengan jumlah impor CBU yang telah naik menjadi 41,47 persen (YoY) menjadi 47.011 unit dari tahun sebelumnya.

Kondisi sama ternyata juga terjadi pada alat berat yang naik hingga 56,65 persen (YoY) mejadi 2.851 unit ekspor dan impor naik menjadi 145,79 persen (YoY) menjadi 6.747 unit di tahun 2021.

Beliau juga menambahkan, walaupun kinerja laporan keuangan full year belum dirilis karena masih dilakukan review oleh manajemen dan auditor. Perseroan melihat kondisi sepanjang sembilan bulan 2021 memang mengalami turn around, sehingga diperkirakan secara full year jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Jika dilihat dari sisi operasional dan pengembangan bisnis, adanya penggabungan antar Pelindo turut berimbas positif pada potensi kinerja Perseroan. Sejumlah pengembangan sedang dilakukan oleh IPCC, di antaranya perluasan lahan di sekitar area eks-DKP di daerah Tanjung Priok berbatasan dengan lahan penumpukan seluas 1,89 ha; lalu, kerja sama pengoperasian pelabuhan lain yang memang masih dalam Pelindo Group di luar terminal yang telah berhasil dioperasikan oleh IPCC.

Terminal Belawan, Medan rupanya telah menjadi terminal baru yang dioperasikan pada awal Januari tahun ini. Selanjutnya, perpajakan tengah dilakukan dengan Terminal di Surabaya, Makassar, Balikpapan, dan masih banyak lagi yang dapat dijadikan hub Terminal Kendaraan.

Lalu, pendekatan dengan sejumlah Automaker untuk tidak hanya terlayani dari sisi layanan penumpulan. Namun, ternyata dapat dilayani dengan layanan bongkar muat oleh IPCC. Kemudian. Pengembangan digitalisasi IT sehingga terkoneksi sistem antara IPCC melalui Autogate System hingga billing system dan payment gateway; sistem para pabrikan otomotif; sampai sistem di kepabeanan untuk kebutuhan administrasi pelaporan.

Beliau juga menambahkan, sangat diharapkan peningkatan kegiatan operasional juga pengembangan bisnis IPCC bisa dipandang positif oleh para pelaku pasar. Adanya penurunan sahan IPCC tidak sejalan dengan kondisi riil fundamental dapat dimanfaatkan untuk kembali masuk berinvestasi pada saham perseroan.