freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

PELABUHAN

Akan Ada 8 Pelabuhan yang Terintegrasi Dengan Kawasan Industri

1 Desember 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pelabuhan kawasan industri

Port view © HyoSun Rosy Ko via Unsplash

Ke depan akan ada 8 pelabuhan yang ditargetkan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) untuk bisa terintegrasi dengan kawasan industri.

Arif menilai bahwa keseluruhan supply chain seharusnya memang dilihat dari hulu ke hilir dan sebaliknya.

Ke depan akan ada 8 pelabuhan yang ditargetkan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) untuk bisa terintegrasi dengan kawasan industri dalam kurun waktu 5 tahun ke depan.

Hal tersebut tentunya mereka lakukan dengan tujuan untuk memperkuat ekosistem logistik Indonesia. Karena bagaimanapun tidak bisa dipungkiri bahwa integrasi antar pelabuhan dengan hiterland acces, terutamanya adalah kawasan industri merupakan hal yang sangat penting dan harus dilakukan demi mendorong industri yang lebih efisien sehingga nantinya bisa menurunkan biaya logistik Indonesia.

Pelabuhan-pelabuhan yang akan terintegrasi tersebut adalah Sei Mangkei dan Kawasan Industri Kuala Tanjung, dengan Pelabuhan Kuala Tanjung. Kawasan Industri Medan dengan Pelabuhan Belawan, Kijing industri estate dengan pelabuhan Kinjing.

Lalu kawasan yang lain adalah, kawasan berikat nusantara, Kawasan Industri di Daerah Timur Jabodetabek dengan Pelabuhan Tanjung Priok, Java Integrated Industrial and Port Estate dan Surabaya Industrial Estate Rungkut dengan pelabuhan Tanjung Perak.

Tidak hanya kawasan industri di atas, dan pelabuhan di atas, namun Kawasan Industri Wijaya Kusuma dan KI Terpadu Batang Dengan Pelabuhan Tanjung Emas nantinya juga akan teringritas. Selain itu, Kawasan Industri Bantaeng dengan Pelabuhan Bantaeng, serta Kawasan Industri Makassar dengan Pelabuhan Makassar.

Arif Suharto selaku Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), menyampaikan pengintegrasian antara pelabuhan dengan kawasan industri adalah salah satu dari 4 inisiatif yang telah mereka lakukan demi mengoptimalkan kinerja pelabuhan Indonesia.

Hal dia atas memang perlu untuk dilakukan karena apabila pelabuhan bisa berjalan dengan baik dan optimal, maka akan mendorong industri merespons dengan melakukan pengurangan inventory, sehingga akan lebih efisien.

“Pada akhirnya diharapkan akan mampu menurunkan biaya logistik Indonesia,” ungkapnya di Akselerasi Pembangunan Infrastruktur 2022, Rabu (24/11/2021).

Arif menilai bahwa keseluruhan supply chain seharusnya memang dilihat dari hulu ke hilir dan sebaliknya. Terkadang sebuah produk memang akan membutuhkan bahan baku yang tidak yang lokasinya berbeda dengan lokasi pembuatan, karena itulah integrasi sangat diperlukan.