freightsight
Rabu, 28 September 2022

INFO INDUSTRI

Adanya Pemulihan Konsumsi Akan Dorong PDB Sebesar 5% di Kuartal IV

19 November 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Perdagangan ekonomi
  • Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yakin bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal IV akan alami kenaikan lebih dari 5%

  • Nilai ekspor yang baik, serta konsumsi yang meningkat adalah pendorong naiknya nilai pertumbuhan ekonomi.

Meskipun pada kuartal III tahun 2021 diketahui pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat mengalami kemunduran, namun pemerintah kini optimis akan adanya kenaikan pertumbuhan ekonomi yang signifikan pada kuartal IV 2021 ini. Salah satu pendorongnya adalah adanya varian Delta.

Sebelumnya, diketahui bahwa adanya pelambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III adalah diakibatkan oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebanuak 1,03 % jika menggunakan parameter year to year. Dengan demikian, diketahui bahwa angka tersebut menunjukan penurunan jika dibandingkan dengan pencapaian kuartal II pada 2020 yang mana mencapai 5,96 persen (yoy)

Susiwijono Moegiarso selaku Sekretaris Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2022 ini akan naik, salah satunya karena konsumsi yang diproyeksikan akan naik secara signifikan.

"Di kuartal IV/2021, konsumsi kita akan recover secara signifikan. Indikatornya sudah banyak sekali," ujar Susiwijono, Selasa (16/11/2021).

Beberapa indikator utama sudah menunjukan adanya pemulihan yang terbilang tinggi. Misalnya, Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Oktober 2021 bisa meningkat signifikan sebesar 57,2 yang mana pada September hanya sebesar 52,2 saja.
Selain itu, kinerja dari kegiatan ekspor impor juga diketahui menunjukan hasil yang memuaskan, dan menimbulkan harapan pemulihan ekonomj yang lebih positif pada kuartal IV/2021.

Surplus neraca dagang yang positif dari bulan September masih terus berlanjut hingga Oktober 2021, atau bisa dibilang menjadi yang ke 8 sejak bulan Mei 2021 lalu. Bahkan, di bulan Oktober lagi-lagi tercetak rekor pertumbuhan ekonomi tertinggi, yakni sebesar USD 5,74 miliar.

Surplus yang positif ini tentunya tidak lepas dari kinerja ekspor yang bisa dibilang sangat baik, yakni mencapai USD 22,03 miliar. Nilai tersebut menunjukan adanya pertumbuhan yang terbilang besar, yakni sebesar 6,89 % secara month to month, dan sebesar 53,35 % secara year on year.

Secara keseluruhan, pada tahun 2021, Sisiwijono menyatakan optimis bahwa pada kuartal IV tahun ini, ekonomi bisa tumbuh bahkan di atas 5 persen secara year on year.
"Sehingga kita berharap di kuartal IV pertumbuhan ekonomi ini bisa di atas 5 persen sehingga *full year *ini bisa 4 persen atau lebih untuk 2021," jelasnya.