freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

PELABUHAN

Ada 23 Pelabuhan Yang Ditambahkan Oleh Kemenhub Untuk Terapkan Inaportnet

14 Desember 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Pelabuhan logistik

Port © via Pixabay

• Sebelumnya diketahui hanya ada 54 pelabuhan yang menggunakan sistem Inaportnet, kemudian pada Rabu (8/12) telah dilakukan go-live penerapan Inaportnet pada 23 pelabuhan lainnya.

• Mugen Sartoto selaku Direktur Lalu Lintas dan Angkatan Laut Kemenhub, mengatakan bahwa penerapan Inaportnet dilakukan agar bisa mewujudkan pelayanan di pelabuhan yang lebih efektif, efisien, dan transparan.

Sampai saat ini, Kementerian Perhubungan telah menerapkan Inaportnet pada sebanyak 77 pelabuhan. Sebelumnya diketahui hanya ada 54 pelabuhan yang menggunakan sistem Inaportnet, kemudian pada Rabu (8/12) telah dilakukan go-live penerapan Inaportnet pada 23 pelabuhan lainnya.

Arif Toha selaku Pelaksana tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, memberikan himbauan untuk jajarannya agar selalu menerapkan Inaportnet dengan mengedepankan 3 aspek, yakni komitmen, koordinasi, dan integritas.

“Aspek yang pertama harus dijunjung tinggi adalah komitmen, yaitu bagaimana seluruh stakeholder yang terlibat dapat patuh terhadap standar operasional prosedur yang berlaku. Tanpa komitmen yang kuat dari seluruh pihak, harus diingat bahwa sistem ini menjadi rujukan utama untuk pelayanan kapal dan barang di pelabuhan,” ujar Arif dalam pernyataan resmi, Kamis (9/12/2021).

Karena itu, Arif juga menyampaikan bahwa nantinya seluruh proses permohonan pelayaran kapal dan barang wajib menggunakan aplikasi Inaportnet secara konsisten.

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan bahwa Inaportnet dijalankan dengan menggunakan sinergisitas dari beberapa instansi pemerintah dan swasta. Seluruh kegiatan/tranksaksi di Inaportnet akan diawasi secara langsung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenkomarves).

Aspek kedua yang dijunjung tinggi oleh Inaportnet, yakni koordinasi, ke depan juga diharapkan akan mampu terus dilaksanakan. Mengingat untuk mewujudkan implementasi Inaportnet secara maksimal dibutuhkan kerjasama dari banyak pihak, maka diharapkan semua stakeholder terkait akan mampu bahu membahu dan saling melengkapi.

"Oleh karena itu, saya ingatkan kembali agar kita bisa terus saling menghormati dan menghilangkan ego sektoral demi kepentingan khalayak yang lebih luas, serta terus meningkatkan koordinasi yang sudah terjalin baik selama ini," ujar Arif.

Arif juga menyampaikan bahwa aspek ketiga, yakni integrasi juga perlu untuk dipupuk. Menurutnya semua pihak harus memiliki integritas untuk menjalankan kewajiban dengan penuh tanggung jawab dan terus melakukan berbagai macam inovasi, sehingga ke depan bisa membuat Inaport memiliki manfaat yang lebih baik lagi dari yang ada saat ini.

"Untuk itu, saya minta kepada pemangku kepentingan agar tetap berpikiran terbuka, dinamis, dan selalu mengikuti perkembangan dunia kepelabuhanan dan teknologi penunjangnya agar kita selalu siap untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi," pungkasnya.

Selain itu, Mugen Sartoto selaku Direktur Lalu Lintas dan Angkatan Laut Kemenhub, mengatakan bahwa penerapan Inaportnet dilakukan agar bisa mewujudkan pelayanan di pelabuhan yang lebih efektif, efisien, dan transparan, melalui sebuah sistem informasi layanan secara elektronik yang terpusat dan mengkolaborasikan standart pelayanan operasional pelabuhan untuk melayani kegiatan dan barang di pelabuhan.