freightsight
Jumat, 19 April 2024

PENGIRIMAN DARAT

Usulan KNKT ke Pengusaha demi Cegah Truk ODOL

17 Maret 2023

|

Penulis :

Tim FreightSight

via liputan6.com

KNKT menilai pengusaha angkutan dibekali dengan kompetensi terkait dimensi teknis kendaraan.

Hal tersebut dilakukan untuk menekan biaya logistik. Padahal, dampaknya justru nantinya akan sangat berbahaya bagi supir atau mungkin para pengguna jalan.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menilai pengusaha angkutan harus dibekali dengan kompetensi terkait dimensi teknis kendaraan. Hal tersebut diharapkan bisa mencegah permasalahan adanya truk Over Dimensi dan Overloading (ODOL).

Senior Investigator KNKT Ahmad Wildan mengatakan bahwa sudah terdapat dua dimensi terkait truk ODOL, yaitu dimensi kebijakan dan dimensi teknis. Menurut dia, permasalahan yang sering terjadi yaitu dari sisi teknis, lantaran para pengusaha angkutan kurang memahami kondisi kendaraannya.

"Seharusnya mereka dibekali kompetensi mengenai sistem rangka kendaraan utamanya truk agar tidak terjadi ODOL," kata Wildan dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (15/3/2023).

Dia mencontohkan, banyak sekali pengusaha angkutan tidak paham dalam membedakan ban kendaraannya. Mereka kerap asal dalam menggunakan ban pada saat mengangkut muatan berlebih. Akibatnya, sambung Wildan, banyak truk ODOL yang mungkin saja bisa mengalami kecelakaan yang ada di jalan tol karena gear ban patah.

"Mereka tidak paham ban. Ban aja mereka banyak salah tafsir," ujar dia.

Bukan itu saja, di sini pun menurut Wildan, pengusaha angkutan truk ODOL juga sering mengakali kendaraan dengan mengencangkan baut roda ban jika dibandingkan dengan mengganti dengan ban yang bagus.

Tentu saja, imbuhnya, hal tersebut juga memang dilakukan untuk bisa menekan biaya logistik. Padahal, dampaknya justru nantinya akan sangat berbahaya bagi supir atau mungkin para pengguna jalan, karena bisa saja mengakibatkan kecelakaan.

"Saya seringkali menemukan baut roda patah dan kadangkala teman-teman Dishub itu tidak bisa membedakan patahannya," ucap Wildan.

Dia menerangkan, bahwa baut roda yang patah itu disebabkan tekanan angin dan muatan yang berlebihan, sehingga berakibat ban pecah dan menekan baut roda kemudian jadi patah. Apalagi, Wildan menambahkan bahwa ban memiliki struktur benang nilon bukan kawat. Ketika tekanan anginnya berlebihan, benangnya tidak kuat, sehingga ini mungkin bisa putus dan pecah.