freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

TEKNOLOGI

UMKM Kini Telah Didukung Naik Kelas Melalui Informasi Real Time

18 Agustus 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

UMKM

Ilustrasi UMKM Digital via antaranews.com

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Tangerang kini sudah didukung naik kelas melalui teknologi pemantauan secara realtime.

Raymond Sutjiono Co-founder McEasy di sini sangat berharap bahwa UKM yang bergerak di bidang logistik di Indonesia sudah dapat mulai meninggalkan penggunaan kertas dan pena.

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Tangerang kini sudah didukung naik kelas melalui teknologi pemantauan secara realtime. Pelaku UMKM sekarang juga sudah dapat melacak lokasi barang yang akan dikirim.

"Ada aplikasi mobile TMS yang praktis dan anti ribet. Aplikasi itu untuk membantu UKM di bidang logistik dan transportasi memantau informasi aliran barang dalam satu genggaman dan real time," kata Co-founder McEasy, Raymond Sutjiono, melalui keterangan tertulis, Minggu, 14 Agustus 2022.

Teknologi tersebut tentu saja telah disediakan startup sebagai penyedia solusi digital berbasis Software-as-a-Service (SaaS) untuk manajemen dan pelacakan kendaraan logistik, McEasy. Mereka tentu saja di sana juga telah menghadirkan Vehicle Smart Management System (VSMS), Transportation Management System (TMS) dan Smart Driver Apps.

Raymond Sutjiono selaku Co-founder McEasy di sini sangat berharap bahwa UKM yang bergerak di bidang logistik di Indonesia sudah dapat mulai meninggalkan penggunaan kertas dan pena. Sejalan dengan misi Presiden Joko Widodo, yang ingin membawa digitalisasi juga kemajuan yang ada di sektor logistik.

"Kami memberikan solusi digital yang lebih sederhana dari sistem konvensional dan peningkatan efisiensi operasional," ujar dia.

Raymond di sini rupanya juga menuturkan bahwa melalui TMS tentu saja bisa melacak posisi kendaraan juga seluruh biaya operasional secara transparan. Pelaku UMKM di sini juga tak perlu repot lagi untuk memeriksanya secara manual.

"Para pemain UKM di sektor logistik dan transportasi membutuhkan solusi digital yang mampu memecahkan tantangan hingga ke tingkat paling dasar," katanya.

Menurut Raymond dengan kehadiran solusi-solusi ini tentu saja akan sangat membantu semua pelaku bisnis logistik, mulai dari UKM, perusahaan manufaktur dan distribusi bahkan sampai perusahaan brand besar yang telah memiliki armada sendiri.

"Terlebih sejak adanya regulasi pemerintah yang mewajibkan angkutan umum orang untuk memasang alat pemantau pergerakan kendaraan elektronik atau Global Positioning System (GPS), banyak perusahaan transportasi umum seperti bis yang membutuhkan integrasi sistem GPS dalam dashboard VSMS McEasy,” jelasnya.

Untuk saat ini saja, Raymond berharap bahwa pihaknya bisa saja berhasil mewujudkan gerakan 1 juta kendaraan demi bisa menciptakan ekosistem transportasi dan logistik yang telah terkoneksi, memiliki visibilitas dan memiliki integrasi dari hulu ke hilir.

"Targetnya, mendigitalisasi dan mengintegrasikan setidaknya satu juta unit kendaraan roda empat ke dalam ekosistem logistik dan transportasi McEasy hingga tahun 2025," ungkapnya.