freightsight
Kamis, 23 Mei 2024

TEKNOLOGI

Tingkatkan Potensi Ekspor Nonmigas, Mendag Dorong Literasi Digital UMKM

31 Maret 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

UMKM Indonesia

Mendag Lutfi via Biro Humas Kemendag

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mendorong upaya peningkatan literasi digital terhadap para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lewat platform small enterprise hub atau SMEsHub.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mendorong upaya peningkatan literasi digital terhadap para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lewat platform small enterprise hub atau SMEsHub.

Lutfi berharap terobosan ini dapat membantu peningkatkan kapasitas bisnis UMKM sambil mengungkit nilai ekspor produk nonmigas di Indonesia.

Harapan itu disampaikan Mendag saat memberi sambutan dalam acara Soft Launching Platform SMEsHub Indonesia secara daring pada Jumat (25/3/2022).

"Potensi ekspor nonmigas Indonesia masih terbuka untuk tumbuh lebih besar lagi. Namun kita tetap harus lebih adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan baru serta terus berinovasi agar mampu bersaing di pasar global," kata Lutfi melalui siaran pers pada Sabtu (26/3/2022).

Di tengah proses pemulihan ekonomi saat ini, ekspor nonmigas Indonesia pada periode Januari-Februari 2022 mencapai US$37,74 miliar. Nilai tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 31,02 persen dibanding periode yang sama di tahun 2021 dengan nilai US$28,81 miliar.

Data Badan Pusat Statistik pada 2021 lalu menunjukkan, UMKM menyumbang sekitar 60,3 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Selain itu, UMKM berkontribusi dalam menyerap 97 persen dari total tenaga kerja dan 99 persen dari total lapangan kerja.

"Potensi UMKM harus dikelola dengan lebih baik lagi, terutama melihat tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan digitalisasi UMKM. Saat ini, dari 64,2 juta unit UMKM hanya sekitar 13 persen yang memanfaatkan teknologi digital dalam usaha mereka," kata Lutfi.

Dengan begitu, dia meminta kompetensi digital para pelaku UMKM untuk terus ditingkatkan melalui berbagai sarana. Karenanya, Mendag mengapresiasi manajemen SEMsHub Indonesia yang meluncurkan aplikasi digital yang dapat membantu rantai pasok dan pemberi saran bagi para pelaku UMKM terkait manajemen bisnis.

Seperti sebelumnya diberitakan, Perwakilan perdagangan Indonesia di negara mitra mengajak lebih banyak eksportir, termasuk para pelaku ekspor pemula dan UMKM untuk melirik lebih banyak peluang yang bisa digarap di pasar Asia, Australia, dan Afrika.

Atase Perdagangan Kuala Lumpur Deden Fajar Muhammad Shiddiq dalam webinar dengan tema "Mengoptimalkan Potensi Pasar - from KL to Sydney to Lagos" yang digelar Kemendag dan Sekolah Ekspor tersebut menyebutkan bahwa Malaysia menjadi salah satu pasar paling potensial untuk Indonesia yang secara geografis pun tidak cukup jauh. Dia mengatakan Malaysia merupakan pasar ideal untuk para eksportir pemula.

"Selain dekat dengan Indonesia secara geografis, pasar Malaysia memiliki sejumlah kesamaan dengan pasar Indonesia baik dari segi budaya maupun demografinya. Dari sisi persyaratan ekspor, pasar Malaysia tidak seketat negara-negara maju, hal ini tentu menjadi keuntungan tersendiri," kata Deden dikutip dalam siaran pers pada Selasa (26/10/2021) lalu.