freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

INFO INDUSTRI

Teten Harap Indonesia Bisa Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Industri

16 Desember 2021

|

Penulis :

Tim FreightSight

Menteri UMKM

© via ANTARA News

• Menteri Koperasi dan UMKM meminta pada Kamar Dagang dan Industri Indonesia, untuk memperkuat kemitraan antara UMKM dan para pengusaha besar.

• Pemda perlu membesarkan usaha mikro dengan pengembangan produk unggulan dan khas daerah masing-masing.

Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan UMKM, meminta pada Kamar Dadang dan Industri (Kadin) Indonesia, agar bisa semakin memperkuat kemitraan mereka, dengan melakukan kolaborasi antara UMKM dan pengusaha besar alam rantai pasok Industri.

“Usaha kecil dan besar harus terintegrasi, bukan bersaing,” ujar Teten di Jakarta, Rabu (8/12/2021). Dia merujuk hal itu tercipta di Jepang, Korsel, dan China, di mana UMKM disana menjadi bagian terintegrasi dalam rantai pasok industri.

“Kita harus belajar dengan Jepang, Korea Selatan, dan China. UMKM-nya menjadi bagian rantai pasok industri, mulai dari hulunya. Bahkan, di Jepang, UMKM menyediakan komponen otomotifnya,” ungkap Teten.

Karena itu, Teten berharap agar nantinya, pihak UMKM bisa terus terhubung dalam rantai nilai industri dalam negeri dan global.

“Kita sudah menyiapkan UMKM agar masuk ke rantai nilai industri dengan melakukan piloting bersama 9 BUMN,” imbuh Teten.

Beberapa BUMN tersebut diantaranya, PLN, Pertamina, Krakatau Steel, RNI, Perhutani, Kimia Farma, BRI, dan Telkomsel. Selain itu, ada pula beberapa kemitraan dengan beberapa perusahaan swasta, seperti IKEA, Uniqlo Neighborhood Collaboration Corner, Accor Group, MNC Group, dan lain sebagainya.

"Dalam UU Cipta Kerja, ada insentif bagi usaha besar yang melakukan kemitraan produktif dengan UMKM," bebernya

Lebih lanjut, Teten juga membeberkan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan berbagai program untuk mengembangkan UMKM agar mereka memiliki daya saing, dan bukan untuk sekedar hidup.

"Kita harus mengurangi jumlah usaha mikro dengan cara scalling-up ke sektor formal. Dalam hal ini, Pemda harus besarkan usaha mikro dengan pengembangan produk unggulan dan khas daerah masing-masing," tukasnya.