freightsight
Sabtu, 1 Oktober 2022

PELABUHAN

Sumbang Pertumbuhan Tinggi, Pemerintah Perlu Tingkatkan Lagi Konektivitas Logistik Indonesia Timur

9 Agustus 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Logistik

Ilustrasi Logistik Indonesia Wilayah Timur via htt...

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Kawasan Timur Indonesia itu dipengaruhi keberhasilan pemerintah meningkatkan konektivitas logistik.

Pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2022 terjadi pada hampir semua sektor usaha transportasi dan pergudangan. Konektivitas di wilayah pedalaman akan mendorong peningkatan distribusi logistik dan gerakkan pertumbuhan ekonomi.

Di tengah situasi krisis global, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia Triwulan II-2022 tumbuh sebesar 5,44 persen dibanding triwulan II-2021 (yoy). Pertumbuhan terjadi pada hampir semua lapangan usaha. Mengacu terhadap data BPS, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tercatat di Kawasan Timur Indonesia.

Wilayah Maluku dan Papua menunjukkan tingkat pertumbuhan tertinggi pada triwulan II-2022, yaitu 13,01 persen (yoy).

”Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Kawasan Timur Indonesia itu dipengaruhi keberhasilan pemerintah meningkatkan konektivitas logistik,” ujar Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi ketika dihubungi Minggu (7/8/2022).

Keberhasilan meningkatkan konektivitas logistik ini, menurut Setijadi, terutama berkat pengembangan infrastruktur transportasi laut.

Pengembangan transportasi laut ini, antara lain, adalah pembangunan Pelabuhan Sorong dan Pelabuhan Arar di Provinsi Papua Barat yang merupakan Proyek Strategis Nasional. Kedua wilayah tersebut tergolong wilayah pedalaman yang perlu ditingkatkan konektivitasnya untuk distribusi logistik dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi.

”Keberhasilan ini perlu didorong lagi dengan peningkatan konektivitas daerah pedalaman (hinterland) di Indonesia,” tambahnya.

Menurut Setijadi, peluang layanan logistik juga bisa dilihat berdasarkan wilayah. SCI mencatat pada triwulan I-2022 wilayah Maluku dan Papua juga tumbuh tertinggi, yaitu sebesar 10,75 persen (yoy). Sementara wilayah-wilayah lainnya tumbuh sekitar 3,2-6,5 persen pada kedua triwulan itu.

Setijadi menambahkan bahwa berdasarkan rilis BPS terkait Data Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I-2022 pada 5 Agustus 2022, pertumbuhan ekonomi di Indonesia terjadi pada hampir semua lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 21,27 persen.

Menurut Setijadi, hal itu menunjukkan bahwa pemulihan transportasi dan pergudangan paling baik dan paling konsisten dibandingkan lapangan usaha lainnya. Pada triwulan II-2022, lapangan usaha itu juga tumbuh tertinggi sebesar 15,79 persen (yoy).

”Perusahaan penyedia jasa logistik dapat memanfaatkan peluang pada keempat lapangan usaha kontributor terbesar PDB itu dengan meningkatkan efisiensi dan nilai tambah layanan”

Pertumbuhan transportasi dan pergudangan yang tinggi itu didorong terutama oleh lapangan usaha Industri Pengolahan, Pertambangan dan Penggalian, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, serta Perdagangan.

"Perusahaan penyedia jasa logistik dapat memanfaatkan peluang pada keempat lapangan usaha kontributor terbesar PDB itu dengan meningkatkan efisiensi dan nilai tambah layanan,” tambahnya.