freightsight
Jumat, 3 Februari 2023

PENGIRIMAN DARAT

Pukulan Bagi Hong Kong, Akibat Truk Lintas Batas Mendapat Tekanan Lagi

29 Juli 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Logistik Hongkong

Ilustrasi Truk Hongkong via bolong.id

Hong Kong kini menghadapi pengurangan lain dalam truk lintas batas dengan China daratan.

Pengurangan kapasitas akan menciptakan waktu tunggu lebih lama untuk setiap pengiriman perlu diangkut dengan truk ke Hong Kong.

Hong Kong kini menghadapi pengurangan lain dalam truk lintas batas dengan China daratan, sementara itu operator pelabuhan Hutchison mengakui kota itu kehilangan dukungan jalur pelayaran sebagai pusat transshipment.

Meningkatnya kasus Covid di Dongguan dan Shenzhen menyebabkan pihak berwenang mengurangi pergerakan truk lintas batas dengan Hong Kong, dari 3.500 menjadi 1.500 sehari sampai pemberitahuan lebih lanjut, menurut Dimerco.

Forwarder mengatakan: “Ini mengurangi kapasitas menjadi 10% sampai 20% dari [level] normal dan diharapkan secara signifikan merangsang permintaan untuk solusi lintas batas alternatif di atas air.”

“Selain itu, ada kebijakan pengujian lebih ketat: pengemudi truk harus menunjukkan bukti hasil tes negatif dalam waktu 24 jam, dibandingkan 48 jam sebelumnya.”

Sunny Ho selaku direktur eksekutif Dewan Pengirim Hong Kong, mengatakan situasi truk "buruk, dengan fluktuasi substansial dalam lalu lintas batas yang diizinkan".

Dia mengatakan kepada The Loadstar: “Hal yang paling mengganggu industri yaitu ketidakpastian dan komunikasi tidak memadai.

Kami tidak yakin dengan perkembangan dan perubahan baru, sehingga sektor swasta mendesak pemerintah untuk memberikan lebih banyak informasi dan membangun keandalan.

“Hong Kong bergerak menuju pelonggaran pembatasan Covid lebih besar, tetapi ini mungkin tidak sejalan dengan persyaratan daratan yang memperumit situasi.”

Flexport memberi tahu pelanggan pengurangan kapasitas akan menciptakan waktu tunggu lebih lama untuk setiap pengiriman perlu diangkut dengan truk ke Hong Kong.

Kapasitas truk antara Hong Kong dan daratan baru-baru dipulihkan setelah pembatasan Covid sebelumnya, meninggalkan pengirim beralih ke jaringan tongkang sungai Pearl River Delta untuk mengambil kelonggaran, termasuk kargo udara.

Seko Logistics mencatat kapasitas tongkang saat ini “tampaknya cukup dan stabil”, tetapi juga menambahkan: “Namun, akan ada penundaan karena waktu transit lama sekitar lima hingga enam hari.”

Jeda di pasar bisa membantu mengurangi tekanan terhadap kemacetan logistik pedalaman. Misalnya, Flexport mencatat bagaimana pasar angkutan laut China Selatan “baik” untuk jalur perdagangan transpasifik.

Di samping itu, berkurangnya permintaan kargo gerbang di Hong Kong, memberikan pukulan lain bagi pelabuhan tersebut, menurut operator terminal China Selatan Hutchison Port Holdings. Dalam laporan keuangan semester pertama, Hutchison mengatakan throughput di Terminal Kontainer Internasional Yantian Shenzhen naik 7% yoy, tetapi volume di terminal Kwai Tsing di Hong Kong turun 7%, yang dikaitkan dengan "penurunan lokal dan kargo transshipment”.

Hutchison menambahkan: “Impor/ekspor kargo ditangani di Hong Kong menurun dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan tekanan profitabilitas.

Hal ini berdampak negatif pada preferensi jalur pelayaran untuk menggunakan Hong Kong sebagai salah satu hub mereka untuk transshipment, karena fleksibilitas dalam rotasi layanan berkurang.