freightsight
Jumat, 3 Februari 2023

PENGIRIMAN DARAT

Progres Capai 84 Persen, Proyek Jalan Tol Pekanbaru - Bangkinang Akan Terus Dikebut

26 September 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Ilustrasi via riaupos.co

Proyek Tol Pekanbaru - Bangkinang yang untuk saat ini pengerjaan nya sudah mencapai 31 km dari total semuanya adalah 40 km.

Tujuan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ini memang merupakan pengembangan kawasan sekitar untuk manfaat jangka panjang.

PT Hutama Karya (Persero) melaporkan bahwa ada sederet manfaat ruas Pekanbaru - Bangkinang yang untuk saat ini pengerjaan nya sudah mencapai 31 km dari total semuanya adalah 40 km. Ruas yang termasuk Tol Trans Sumatera tersebut sendiri itu menunjukkan bahwa nilai investasinya telah diperkirakan sekitar Rp3,6 triliun.

Bambang Eko selaku Project Director Tol Bangkinang - Pangkalan di sini menuturkan bahwa proyek jalan tol ini tentu akan meningkatkan konektivitas antar daerah. Sedangkan untuk jangka pendek, manfaat ekonomi tol tersebut tentu saja belum akan langsung bisa dirasakan. "Sebenarnya kalau kita bicara Jalan Tol Trans Sumatera kan perhitungan secara finansial enggak ada yang masuk. Enggak masuk sih kayaknya kalau secara hitung-hitungan finansial," ujar Bambang di Pekanbaru, Rabu (20/9/2022).

Bambang di sini pun juga menjelaskan bahwa tujuan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ini memang merupakan pengembangan kawasan sekitar untuk manfaat jangka panjang. “Jadi jalan tol ini kita harap bisa digunakan untuk semua, baik kebutuhan logistik, perpindahan barang dan jasa, kemudian orang bisa lewat sini," ujar dia.

Menurut Bambang di sini bahwa progres pembangunan seksi Pekanbaru - Bangkinang ini juga sudah mencapai hingga 84,351 persen. Kemudian juga sebaliknya, yang akan mulai diresmikan dari Km 9+300 hingga Km 40+000 ini sudah selesai hingga mencapai 100 persen. Beliau di sini juga menyampaikan bahwa ruas tol yang sepanjang 31 km tersebut juga sudah mulai dioperasikan pada Lebaran kemarin.

Dari tanggal 26 April hingga 9 Mei 2022 selama 14 hari tersebut telah dioperasikan selama 10 jam saja, dari pagi bahkan sampai jam 5 sore. "Tapi kemarin pada saat Lebaran (2022) macet. Tapi kalau Lebaran kan enggak jadi tolak ukur, sekaliber Trans Jawa pun kalau Lebaran ya macet. Masyarakat cukup merasakan manfaatnya nanti ketika mudik, karena jalur Pekanbaru - Padang tersebut sebenarnya jalur mudik di luar Jawa tidak terhubung dengan Jawa," tuturnya.

Setelah diresmikan oleh pemerintah pusat, termasuk Presiden Joko Widodo ternyata tol tersebut juga siap untuk digunakan. "Kita sedang menunggu, pengennya secepatnya, kita minta September (2022) ini bisa jalan untuk peresmiannya," kata Bambang.

Lebih lanjut lagi, beliau juga menyimpulkan bahwa Tol Pekanbaru - Padang menyimpan potensi volume lalu lintas yang lumayan besar karena banyak masyarakat turunan Minang yang hingga kini bekerja juga bermukim di Kota Pekanbaru dan sekitarnya. Sebab, dalam tempo 14 hari animo masyarakat menggunakan jalan tol tersebut telah mencapai 54.034 kendaraan.

“Tapi kita optimis karena ini adalah jalur ke Sumbar. Jadi memang banyak sekali masyarakat Sumbar, Pekanbaru dan lain-lain yang akan belanja ke Pekanbaru ataupun akan piknik ke Sumbar,” jelasnya. Di samping itu, Bambang juga mengungkapkan efisiensi waktu ketika tol tersebut beroperasi.

Menurut beliau, perjalanan dari Pekanbaru menuju Bangkinang biasanya memakan waktu hingga 1 jam 30 menit menggunakan jalan nasional. Namun, kini lewat tol waktu yang perlu ditempuh hanya 25-30 menit. "Kalau kita lewat jalan nasional itu 1 jam setengah. Namun, jika lewat tol ini hanya 20-25 menit. Itu tergantung masing-masing kecepatan pengemudi, tetapi kalau kita sesuai dengan aturan jalan tol dengan 80 km/jam itu cuma 23 menit, atau maksimal 30 menit," paparnya.