freightsight
Rabu, 28 September 2022

PENGIRIMAN DARAT

Kemenhub Sebut Jalan Tol Cibitung-Cilincing Pangkas Biaya Logistik Hingga 50%

22 September 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Jalan Tol

Jalan Tol via kompas.com

Jalan Tol Cibitung – Cilincing menekan biaya logistik hingga 50% dan mampu memangkas waktu perjalanan dari wilayah timur Jakarta ke Tanjung Priok menjadi 30 menit.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan pengoperasian Jalan Tol Cibitung – Cilincing akan menekan biaya logistik dari Bekasi dan Karawang menuju Pelabuhan Tanjung Priok hingga 50% karena efektif mengurangi kemacetan yang kerap terjadi pada rute tersebut.

Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan, pengoperasian Jalan Tol Cibitung – Cilincing ini akan meningkatkan daya saing produk domestik di pasar ekspor. Selain itu, menarik minat investor untuk menanamkan dana lebih besar di kawasan industri Bekasi dan Karawang. “Pembangunan dilakukan secara apik dari memulai, membangun, menyelesaikan, sampai dengan menghubungkan antara fasilitas ke fasilitas lainnya. Dalam hal ini menghubungkan kawasan industri dengan pelabuhan,” kata Budi dalam keterangan resmi, Selasa (20/9/2022)

Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut merespon persoalan ini dengan mengatakan, pengoperasian penuh jalan tol bebas hambatan ini diproyeksi dapat memangkas waktu perjalanan dari wilayah timur Jakarta ke Tanjung Priok hingga 50% atau menjadi sekitar 30 menit. Ini terjadi lantaran pengguna jalan dari bagian timur Jakarta tidak perlu lagi melalui Jakarta Pusat untuk menuju Tanjung Priok. Jalan Tol Cibitung – Cilincing merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road (JORR II). Saat ini, pembangunan jalan ekstra cepat tersebut baru mencapai 21,2 kilometer (Km) dari total panjang 34,8 Km. Adapun ruas Tol Cibitung – Cilincing yang sudah beroperasi adalah Cibitung – Telaga Asih, Telaga Asih – Tambelang dan Tambelang – Tarumajaya.

Terdapat salah satu fitur unik di ruas Tol Cibitung – Cilincing ini yaitu konsep rest area khusus logistik seluas 40 hektar. Tempat istirahat tersebut direncanakan akan menjadi pusat konsolidasi kendaraan niaga yang mengangkut kontainer yang akan masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan demikian, rest area tersebut diproyeksi akan memangkas waktu tunggu (dwelling time) kapal-kapal yang bersandar di Pelabuhan Priok. Di samping itu, Tol Cibitung – Cilincing digadang-gadang dapat menahan beban yang lebih berat dari jalan bebas hambatan pada umumnya karena merupakan bagian dari rancangan Tol Cibitung – Cilincing sebagai jalan bebas hambatan khusus logistik. Sebagai informasi, jalan bebas hambatan pada umumnya hanya dirancang untuk mampu memikul kendaraan berat sebesar 15-20% dari total volume lalu lintas (VLL). Namun demikian, jalan tol ini dapat menampung kendaraan hingga berat 30% dari total VLL.

Dengan demikian, Jalan Tol Cibitung – Cilincing mampu menahan kendaraan dengan muatan 8-10 ton per gandar kendaraan. Artinya, efisiensi pelaku usaha logistik dapat meningkat saat melintasi jalan ini. Pembangunan jalan tol sendiri dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Cibitung Tanjung Priok Port Tollways dengan total nilai investasi sekitar Rp 12,91 triliun dan biaya konstruksi Rp 7,48 triliun. Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol, ruas jalan Tol Jabodetabek terdiri dari 21 ruas dengan panjang panjang 298,72 km.