freightsight
Jumat, 19 April 2024

TEKNOLOGI

Pertumbuhan Pengiriman Smartphone Kemungkinan Akan Melambat, Buntut Semikonduktor yang Langka

1 November 2021

|

Penulis :

Editor Freightsight

Ponsel pintar di atas meja

Black Smartphone © Sven via Unsplash

Pengiriman smartphone di tahun 2021, diperkirakan akan melambat, hal ini berdasarkan laporan terbaru dari perusahaan riset Counterpoint. Hal ini disebabkan karena buntut semikonduktor yang langka.

Sebelumnya, perusahaan riset Counterpoint memang sempat membeberkan perkiraannya bahwa pertumbuhan industri smartphone tahunan di tahun 2021, secara global akan mengalami pertumbuhan sebesar 9% sampai 1,45 miliar unit yang akan dikirim.

Akan tetapi dalam riset terbaru yang dilakukan oleh perusahaan tersebut, ternyata pertumbuhan pengiriman smartphone diperkirakan hanya akan mencapai 6% saja, dengan perkiraan total sebanyak 1,41 miliar unit yang dikirimkan.

Sabtu, 2 Oktober 2021, Counterpoint memberikan data pada GSMArena, bahwa beberapa original equipment manufacturer dan juga pihak vendor ponsel cerdas mengatakan bahwa mereka tidak menerima komponen utama yang dibutuhkan dengan jumlah sebanyak 80 persen, dari total volume yang dipesan selama kuartal III/2021. Bahkan, kini situasinya semakin buruk, ketika melewati kuartal III/2021.

Beberapa OEM mengaku bahwa sampai saat ini, kebanyakan dari mereka memang hanya menerima sebanyak 70 persen dari total keseluruhan volume komponen utama yang mereka minta di kuartal III/2021. Kekurangan yang saat ini terjadi mempengaruhi industri smartphone, meskipun output semikonduktor berjalan sesuai kapasitas penuh.

Sebenarnya, kekurangan jalur fabrikasi untuk prosesor aplikasi yang memasok pada qualcomm dan mediatiek, adalah hal yang menyebabkan dampak berantai.

“Kekurangan semikonduktor tampaknya mempengaruhi semua merek di ekosistem. Samsung, Oppo, Xiaomi, semuanya telah terpengaruh dan kami menurunkan perkiraan. Namun sepertinya Apple tetap akan menjadi yang paling tangguh, dan tidak berpengaruh oleh situasi kekurangan AP” jelas Direktur Riset Counterpoint Researsch, Tom Kang.

Berdasarkan riset yang dilakukan tersebut, maka besar kemungkinannya pertumbuhan ponsel pintar pada tahun ini akan mengalami penurunan, ketimbang yang sebelumnya telah diperkirakan. Hampir semua brand smartphone yang beredar di Indonesia kemungkinan akan terkena dampaknya, dan satu-satunya merek yang masih terbilang aman dan tetap memiliki kemampuan pertumbuhan pengiriman yang aman hanyalah Apple saja.