freightsight
Selasa, 9 Agustus 2022

DOMESTIK

Perternak Rumahan Harap Setop Daging Impor karena PMK Masih Mewabah

21 Juni 2022

|

Penulis :

Tim FreightSight

Impor Daging Sapi

Peternak Sapi via jabarnews.com

Peternak sapi skala kecil (rumahan) sangat berharap Pemerintah bisa segera menghentikan impor daging sapi, karena memang saat ini harga sapi hidup turun drastis hingga 50 % lebih.

Pedagang daging sapi mengaku mengalami penurunan omzet drastis dan mengaku sangat cemas jika PMK tidak segera teratasi.

Peternak sapi skala kecil (rumahan) sangat berharap Pemerintah bisa segera menghentikan impor daging sapi. Pasalnya, karena memang saat ini harga sapi hidup turun drastis hingga 50 % lebih, tetapi harga daging sapi justru masih tetap mahal.

Sejumlah peternak dan juga pedagang sapi lainnya yang saat itu ditemui pada hari Sabtu (18/6/2022) menuturkan bahwa memang harga sapi hidup lokal saat ini saja harganya berkisar mulai dari Rp 5 – 7 jutaan per ekor yaitu untuk sapi lokal yang sudah dewasa.

Sebelum PMK, harga sapi lokal dewasa justru harganya adalah Rp 16 – 17 juta per ekor. Sementara sapi limusin dewasa harganya Rp 8-9 jutaan, padahal sebelum PMK bisa saja harganya tembus Rp 22 juta per ekor.

”Harga segitu saja nyari pembeli susah, Mas”, ucap Anhar selaku peternak skala kecil di Desa Sumber, Kecamatan Merakurak.

Herannya, harga daging di pasaran justru masih lumayan mahal. Laporan Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Tuban, harga daging sapi masih tetap di angka Rp 120 ribu/Kg.

Kendati demikian, banyak konsumen yang kini beralih ke daging ayam dan telor, harga daging sapi justru tak banyak terkoreksi.

Pedagang daging sapi di Pasar Baru Tuban menuturkan bahwa sekarang daging yang dijual para pedagang adalah daging sapi impor. Karena itu harganya masih mahal dan juga tidak mengikuti jatuhnya harga sapi hidup lokal.

”Dagingnya (sapi) impor. Daging sapi lokal sedikit sekali yang nyembelih sekarang, kena PMK,” ungkap Kaswatin selaku pedagang.
Menurut Kaswatin justru daging sapi impor ini malah dijamin tidak terjangkit PMK.

” (Daging impor) Tidak ada penyakitnya. Kan sudah diperiksa dokter hewan internasional,” tambah Kaswatin.

Walaupun begitu, tentu saja minat pasar terhadap daging sapi tetap lesu. Kaswatin beserta sejumlah pedagang daging sapi lainnya mengaku mengalami penurunan omzet yang lumayan drastis.

Mereka selaku pedagang daging sapi itu, mengaku sangat cemas juga jika PMK tidak segera teratasi.

”Meskipun harga masih cukup bagus, jika pembeli berkurang banyak ya sama saja, kami tetap rugi……” ungkap Siti Maesaroh selaku pedagang lainnya.

Makmum selaku Sekretaris Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan mengatakan bahwa pada kesempatan diskusi daring Pataka, pada tanggal 13 Januari lalu, menyebutkan bahwa kegiatan impor daging sapi tahun ini di-plot 266.065 ton dan besaran itu tentu saja lebih kecil 6,4 % jika dibandingkan dengan tahun yang lalu.